Yasin Ayari: Bintang Piala Dunia Swedia yang merupakan warisan Tunisia-Maroko

Label pos Piala Dunia 2026

Pemain berusia 22 tahun itu mencetak dua gol ke gawang Tunisia namun tidak melakukan selebrasi melawan negara kelahiran ayahnya.

Bagi pemain berusia 22 tahun yang melakukan debut Piala Dunia untuk Swedia, Yasin Ayari hanya bisa memimpikan awal yang lebih baik dalam perkenalannya dengan pertunjukan sepakbola terbesar.

Dengan tendangan voli ke sudut atas gawang Tunisia hanya tujuh menit memasuki babak pertama pertandingan Grup H mereka di Monterrey, Ayari membuka skor. untuk tim Skandinavia melawan lawan mereka di Afrika Utara.

Namun, gelandang tampil segar ini tidak menikmati momen seperti yang dilakukan oleh pemain muda debutan Piala Dunia dan malah memilih untuk mengangkat kedua tangan sebelum jatuh ke tanah dalam sujoud (tindakan sujud dalam Islam).

Alasannya? Hubungan mendalam dengan Tunisia mengalir dalam darahnya, dan hubungan yang bisa membuatnya bermain untuk kompatibilitas hingga empat tahun lalu.

Gelandang Swedia #18 Yasin Ayari merayakan gol pertama klub pada pertandingan sepak bola Grup F Piala Dunia 2026 antara Swedia dan Tunisia di Stadion Monterrey di Guadalupe pada 14 Juni 2026. (Foto oleh Julio Cesar AGUILAR / AFP)
Yasin Ayari tidak melakukan selebrasi liar setelah mencetak gol pertamanya di pertandingan tersebut [Julio Cesar Aguilar/AFP]

Ayari adalah keturunan Afrika Utara, dengan ayah Tunisia dan ibu Maroko, tetapi lahir di Swedia. Pada usia 18 tahun, pesepakbola yang berjanji ini memutuskan untuk mewakili negara kelahirannya sendiri, bukan negara orang tuanya, dan ayahnya mendukung keputusan tersebut.

“Saya ingin dia bermain untuk Swedia,” kata Azzouz Ayari kepada surat kabar Swedia Aftonbladet, sambil menambahkan: “Dia harus merasa seperti dia memberikan kembali kepada negara yang merawatnya.”

Azzouz, yang bermigrasi ke negara Skandinavia, mengungkapkan bahwa putranya ditawari tempat di pihak Tunisia, namun baik ayah maupun anak tidak berpikir sebagai pilihan.

Gelandang Swedia #18 Yasin Ayari merayakan gol pertama klub pada pertandingan sepak bola Grup F Piala Dunia 2026 antara Swedia dan Tunisia di Stadion Monterrey di Guadalupe pada 14 Juni 2026. (Foto oleh Julio Cesar AGUILAR / AFP)
Ayari turun ke tanah untuk bersujud setelah mencetak gol pertamanya di Piala Dunia [Julio Cesar Aguilar/AFP]

Ayari mulai bermain sepak bola pada usia tujuh tahun di tim muda klub kampung halamannya Rasunda, di Solna, sebelum pindah ke raksasa sepak bola Skandinavia AIK, di mana ia melakukan debut tim seniornya pada tahun 2020.

Gelandang serang ini dikontrak oleh klub Liga Premier Inggris Brighton & Hove Albion pada tahun 2023, melakukan debutnya di tim nasional Swedia pada tahun yang sama.

Menjelaskan keputusannya untuk mengenakan seragam kuning dan biru Swedia dibandingkan Tunisia merah dan putih, Ayari mengatakan “wajar saja” untuk terus mewakili negara tempat ia bermain saat masih kecil.

Saat pengundian Piala Dunia 2026 diumumkan pada bulan Desember lalu, ironi bermain melawan negara warisan ayahnya tak luput dari perhatian Ayari.

“Sungguh gila bahwa kami berakhir dengan mereka di grup kami,” katanya.

Talenta muda ini menjadi pemain yang menonjol dalam kemenangan besar Swedia atas Tunisia, dan ia membuktikan penampilan dominan mereka dengan gol individu lainnya pada menit ke-95.

Ayari menemukan bola di tepi gawang Tunisia dan mengirimnya terbang ke sudut jauh untuk mencetak gol keduanya di Piala Dunia dalam pertandingan debutnya.

Namun kali ini, dia merayakannya dan menyambut tepuk tangan penonton Swedia yang bergembira.

Pemain Swedia Yasin Ayari (18) merayakan bersama Anthony Elanga (11) dan Mattias Svanberg (19) setelah mencetak gol kelima mereka dalam pertandingan sepak bola Grup F Piala Dunia antara Swedia dan Tunisia di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Minggu, 14 Juni 2026. (AP Photo/Dolores Ochoa)
Ayari merayakan bersama Anthony Elanga dan Mattias Svanberg setelah mencetak gol kelima grup [Dolores Ochoa/AP]
  • Related Posts

    Polisi Adang Massa BEM UBK di Kawasan Tugu Tani

    PERSONEL dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mengadang pergerakan massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) yang akan menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Berdasarkan pengamatan…

    Presiden Jerman Bicara Bahasa Indonesia: Presiden Prabowo, Terima Kasih Banyak

    Jakarta – Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Steinmeier menyampaikan terima kasih menggunakan bahasa Indonesia. “Presiden Prabowo Subianto, terima kasih banyak,” kata Steinmeier dalam bahasa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *