Ribuan SPPG 'Bengkak' Bakal Ditutup? Ini Kata Mensesneg

Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan pembengkakan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga belasan ribu unit yang diduga terkait praktik jual beli titik. Apakah dapur-dapur yang terindikasi bermasalah tersebut akan ditutup?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan ada potensi ke arah sana. Menurutnya, tidak serta merta langsung ditutup tapi akan ditata ulang menyesuaikan kondisi lapangan.

“Ya pasti salah satunya arahnya ke sana dong. Tapi kan kita belum bisa hari ini mengatakan ditutup atau tidak. Namanya sedang ditata kan dilihat ya, dinventarisir kondisinya seperti apa. Kita juga tidak bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa hanya mengacu kepada angka-angka kan tidak,” kata Pras di Gedung Kemnko Pangan, Menteng, Jalan Imam Bondjol, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kondisinya masing-masing tentu kan kita lihat, berbeda-beda tetapi yang pasti harus semua itu sesuai dengan SOP sesuai dengan standar sesuai dengan prosedur gitu,” lanjutnya.

Pras lantas buka suara mengenai heboh nama-nama pemilik SPPG yang kini beredar. Ia menekankan bukan siapa pemiliknya yang dipersoalkan, melainkan pelaksanaan SOP.

“Termasuk kalau mohon maaf ya ada disebut nama-nama pemilik-pemilik SPPG gitu. Pada dasarnya bukan siapa pemiliknya, tetapi lebih kepada yang tidak boleh adalah melanggar aturan-aturan main atau melanggar SOP-SOP yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Sebagai anggota partai, ia menegaskan tak ada instruksi kader memiliki dapur MBG. Ia mengatakan kepemilikan dapur MBG oleh anggota partai merupakan urusan masing-masing.

“Termasuk mohon maaf, saya sebagai… bukan sebagai Mensesneg ya, sebagai kader Partai Gerindra kan ada juga dibawa-bawa nama partai. Tapi yang bisa kami sampaikan mewakili partai bahwa tentu tidak ada instruksi institusional,” ujarnya.

“Kalaupun ada yang dianggap kader atau perorangan tentu atas ini masing-masing. Sekali lagi yang tidak boleh adalah melanggar ketentuan atau melanggar aturan,” lanjutnya.

Pras memberikan penekanan kepada anggota partai yang memiliki dapur MBG untuk wajib menjalankan sesuai prosedur dan tata kelola MBG.

“Dan perlu kami sampaikan di dalam internal partai kami berulang kali menekankan bahwa kepada saudara-saudara yang anggota Partai Gerindra yang memiliki dapur-dapur SPPG, untuk harus wajib menjaga kualitas sebagaimana standar yang sudah kita tetapkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan mengungkap pembengkakan 13 ribu lebih SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Angka itu gabungan dari dapur MBG di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dan luar wilayah 3T.

Zulhas mengatakan pembengkakan titik dapur MBG ini terkait kasus dugaan jual beli titik. Di luar wilayah 3T, diproyeksikan awal ada 21 ribu dapur, namun data terbaru terdapat 27.877 titik.

“Misalnya, terjadi jual beli titik, ya. Yang seharusnya rencana awal titik itu 21 ribu tapi sekarang sudah ada 27.877 ribu titik, ya. Nah, ada membengkak 6.877 titik, ya. Laporan Ibu Nanik tadi barusan,” kata Zulhas seusai rapat koordinasi di gedung Kemenko Pangan, Kamis (11/6/2026).

Dia mengatakan ada rencana 2.000 titik SPPG di daerah 3T. Namun, dalam temuannya, terdapat 8.617 titik.

“Nah, yang nomor dua, Saudara-saudara, ini menjadi perhatian kita yang utama karena memang tertinggal, yaitu 3T. 3T itu didata ada 2.000 titik, tapi kemudian membengkak menjadi 8.617 titik. Dan 6.138 titik itu sudah ada SK-nya dari BGN, 6.138,” ujarnya.

(eva/gbr)

  • Related Posts

    BGN Tata Ulang Penerima Manfaat MBG: Yang Kaya Tak Dapat Lagi

    Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan pembenahan pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), salah satunya klaster penerima manfaat. BGN akan menata ulang, sehingga sekolah elite atau penerima yang…

    Kepala BGN Bakal Menghadap Prabowo Jumat Sore

    KEPALA Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati mengatakan rapat bersama Presiden Prabowo Subianto yang semestinya berlangsung hari ini, Kamis, 11 Juni 2026, ditunda menjadi esok hari. Berdasarkan pantauan Tempo, Nanik tiba…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *