3 Doa Minum Air Zamzam: Bacaan Arab Beserta Artinya

Jakarta

Air Zamzam dikenal mempunyai keberkahan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh air pada umumnya. Para jemaah haji dan umrah berupaya minum air Zamzam saat berada di Tanah Suci.

Mengutip dari situs MUI, Imam an-Nawawi dalam kitabnya mengungkapkan bahwa banyak ulama terdahulu meminum air Zamzam untuk berbagai kebutuhan dan harapan besar, lalu Allah SWT mengabulkan apa yang mereka cita-citakan sehingga beliau menganjurkan agar seseorang meminum air Zamzam dengan niat memohon ampunan, kesembuhan, keberkahan ilmu, kelapangan rezeki, serta berbagai unsur kebaikan lainnya:

وَقَدْ شَرِبَ جَمَاعَةٌ مِنَ العُلَمَاءِ مَاءَ زَمْزَمَ لِمَطَالِبٍ لَهمْ جَلِيلَةٍ فَنَالُوْهَا، فَيُسْتَحَبُّ لِمَنْ أَرَادَ الشُّرْبَ لِلْمَغْفِرَةِ أَوْ الشِّفَاءِ مِنْ مَرَضٍ وَنَحْوِهِ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Para ulama meminum Air Zamzam untuk berbagai hajat dan tujuan besar yang mereka inginkan, lalu mereka memperoleh apa yang mereka harapkan. Karenanya, disunnahkan bagi orang yang ingin meminumnya dengan niat memohon ampunan, kesembuhan dari penyakit, atau tujuan-tujuan baik lainnya.” (Al-Idloh Fi Manasik al-Hajj wa al-Umrah[Beirut: Dar al-Basyair al-Islamiyah], vol 1, h. 401)

Ada tiga doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika meminum air Zamzam, yaitu sebagai berikut:

1. Doa yang diriwayatkan dari Ibn Abbas RA

Doa pertama adalah doa yang berasal dari sahabat Abdullah bin Abbas RA dan diriwayatkan oleh Imam ad-Daraquthni dalam kitab Sunan-nya. Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, serta kesembuhan dari berbagai penyakit.

Adapun lafaz doa tersebut sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Allahumma innī as’aluka ‘ilman nāfi’an, wa rizqan wāsi’an, wa syifā’an min kulli dā’in.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.” (Sunan ad-Daraquthni [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol. 3, h. 353)

Doa ini menjadi salah satu bacaan yang paling populer ketika meminum air Zamzam lantaran mencakup tiga kebutuhan penting dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu ilmu, rezeki, dan juga kesehatan.

2. Doa yang dianjurkan Imam an-Nawawi

Doa kedua disebutkan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Doa ini sangat ringkas, namun sarat dengan makna, terutama bagi seseorang yang meminum air Zamzam dengan harapan memperoleh kesembuhan dari penyakit. Adapun lafaz doa tersebut sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إني أشربهُ مُسْتَشْفِيًا بِهِ فَاشْفِني

Allahumma innī asyrabuhu mustasyfiyan bihī fasyfinī.

Artinya: “Ya Allah, aku meminumnya untuk memohon kesembuhan, maka sembuhkanlah aku.”(Al-Adzkar an-Nawawi[Beirut: Dar Ibn Hazm], vol. 1, h. 348)

Doa ini menunjukkan bahwa air Zamzam dapat dijadikan sebagai sarana dalam memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Kendati demikian, yang memberikan kesembuhan tetaplah Allah SWT semata, sementara itu air Zamzam hanyalah sebatas wasilah.

3. Doa yang disebutkan Syekh Khatib asy-Syirbini

Selain dua doa sebelumnya, Syekh Khatib asy-Syirbini (wafat 977 H) juga menuturkan sebuah doa yang dianjurkan dibaca ketika meminum air Zamzam. Doa ini berisi pengakuan terhadap hadis Nabi SAW tentang keutamaan air Zamzam sekaligus permohonan agar Allah SWT mengaruniakan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Adapun lafaz doa tersebut sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إنَّهُ قَدْ بَلَغَنِي عَنْ نَبِيِّك أَنَّهُ قَالَ مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ، وَأَنَا أَشْرَبُهُ لِسَعَادَةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللَّهُمَّ، فَافْعَلْ

Allahumma innahu qad balaghanī ‘an nabiyyika annahu qāla mā’u Zamzama limā syuriba lahu, wa anā asyrabuhu lisa’ādati ad-dunyā wal-ākhirah. Allāhumma faf’al.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sungguh telah sampai padaku hadits dari nabi-Mu, ia bersabda, Air zamzam bermanfaat sesuai tujuan diminumnya, dan aku meminumnya untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ya Allah, terimalah.” (Mughni al-Muhtaj[Beirut: Dar al-Fikr], vol. 2, h. 282)

Doa ini mengajarkan bahwa seorang Muslim hendaknya tidak hanya memohon kebutuhan duniawi semata, namun juga mengarahkan harapannya kepada kebahagiaan akhirat yang menjadi tujuan utama kehidupan.

(kny/jbr)

  • Related Posts

    Sehari Bersama BRI Bahtera Seva I, Pelayan Warga Kepulauan Seribu

    Jakarta – Kapal berkelir oranye dengan aksen putih dan biru bersandar di dermaga Pulau Tidung sekitar pukul 08.00 WIB. Terik matahari pagi tak menghilangkan senyum warga pulau yang sudah menanti…

    Detik-detik Pria di Bogor Melawan Begal Motor hingga Dibacok

    Jakarta – Polisi mengungkap detik-detik kejadian dugaan begal yang menimpa seorang pria berinisial S (33) di Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Korban melawan begal tersebut hingga sempat alami luka bacok.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *