Agustina Jadi Pimpinan BGN, Bakom: Tingkatkan Transparansi

KEPALA Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan perombakan struktural pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan keputusan tepat dan progresif.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut dia, penunjukan Agustina Arumsari sebagai salah satu pengganti Wakil Kepala BGN oleh Prabowo adalah cerminan sikap pemerintah yang terus berupaya melakukan perbaikan dalam implementasi kebijakan.

“Ada mantan Wakil BPKP di BGN (Agustina Arumsari). Pasti itu tujuannya untuk meningkatkan optimalisasi sekaligus transparansi dari penggunaan anggaran di BGN,” kata Qodari saat ditemui di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 5 Juni 2026.

Pada Selasa lalu, pemerintah mendapuk Agustina Arumsasi dan Mayor Jenderal Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Keduanya menggantikan jabatan yang sebelumnya diemban oleh Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Selain merombak struktur jabatan Wakil Kepala, pemerintah juga mendapuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Kejaksaan Agung menetapkan Dadan, Sony, dan Lodewyk sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek makan bergizi gratis (MBG).

Dua hari usai diumumkan menjadi Kepala BGN, Nanik mengatakan kepemimpinan baru BGN akan berfokus pada pembenahan tata kelola dan evaluasi yang mencakup aspek pertanggungjawaban penggunaan anggaran serta efektivitas pelaksanaan proyek MBG.

“Prioritas kami adalah memastikan program ini berjalan secara efektif sehingga anggaran dan sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan gizi,” kata Nanik di Kantor BGN, Kamis, 4 Juni 2026.

Selain pembenahan tata kelola, BGN akan memperketat pengawasan terhadap kualitas layanan MBG. Nanik mengatakan lembaganya akan meningkatkan pembinaan terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk memastikan setiap dapur MBG memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas pelayanan.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari memastikan pelaksanaan proyek MBG akan berlangsung secara akuntabel, transparan, dan berkelanjutan. Menurut dia, penguatan integrasi data dan sistem informasi diperlukan agar kebijakan yang diambil dapat didasarkan pada data yang valid.

Agustina menambahkan rekomendasi dari berbagai lembaga pengawas akan menjadi bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola yang tengah dilakukan BGN.

Dinda Shabrina berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Kendala Pemerintah Mengusut Skandal Riset Palsu

  • Related Posts

    BNN Tangkap 2 WN Rusia di Bali, 7 Kg Narkotika Hashish Disita

    Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap dua warga negara (WN) Rusia di Kabupaten Bangli, Bali. BNN menyita narkotika jenis hashish. “Barang bukti narkotika jenis hashish dengan berat brutto 7,8…

    Mensesneg Sebut Saling Mendukung Jadi Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi RI

    Jakarta – Mensesneg Prasetyo Hadi menekankan pentingnya koordinasi erat semua pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Prasetyo mengatakan tantangan ekonomi saat ini menuntut kerja sama yang semakin kuat. Hal itu…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *