SEJUMLAH kelompok relawan pendukung mantan Presiden Joko Widodo siap mengawal rencana kunjungan Jokowi ke berbagai daerah dalam waktu dekat ini. Dukungan itu datang tidak hanya dari Projo, tetapi juga dari sejumlah relawan lain yang menemui Jokowi di kediamannya di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah pada Rabu, 3 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Mantan anggota DPR Fraksi Partai NasDem, Zulfan Lindan, yang hadir bersama Ketua Umum YouTuber Nusantara Agri Fanani, mengungkapkan bahwa salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan adalah rencana Jokowi melakukan kunjungan ke sejumlah daerah.
Menurut Zulfan, para relawan menanyakan kesiapan kesehatan dan kebugaran Jokowi untuk menjalani agenda tersebut. Mereka juga menyampaikan harapan agar penyambutan di daerah dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan.
“Kami bertanya apakah Bapak cukup mantap dari segi kesehatan, kebugaran, untuk datang ke daerah daerah nanti. Dan kami harapkan kawan-kawan daerah menyambut bapak,” ujar Zulfan kepada wartawan seusai pertemuan.
Ia mengusulkan agar Jokowi tidak disambut layaknya pejabat negara sehingga dapat lebih leluasa berinteraksi dengan masyarakat. “Dan bapak jangan disambut seperti pejabat. Sambutlah beliau sebagai rakyat juga, jadi biar membaur. Kalau nanti seperti pejabat kan, repot kan. Rakyat mau salaman enggak bisa, minta foto enggak bisa. Tadi Pak Jokowi ya menyambut, yang paling baik ya seperti itu,” tuturnya.
Sementara itu Ketua Umum Relawan Jokowi untuk Prabowo Gibran (ReJO), Damrizal, mengatakan relawan dari berbagai daerah siap mendukung agenda silaturahmi tersebut. Menurut dia, kunjungan Jokowi merupakan bentuk balasan atas banyaknya warga yang selama ini datang berkunjung ke Solo.
“Nah beliau ingin membalas kunjungan itu sebagai silaturahmi kerakyatan,” kata Damrizal.
Ia menegaskan Jokowi kini tidak lagi menjabat sebagai presiden sehingga tidak memerlukan penyambutan formal saat berkunjung ke daerah. Menurut dia, Jokowi pun berharap sebagai rakyat dapat bertemu dengan rakyat.
“Ya kan pak Jokowi tidak lagi pejabat. Pak Jokowi tidak lagi perlu disambut secara formal. Beliau ingin datang sebagai rakyat bertemu dengan rakyat yang notabene adalah saudara saudara kita sesama rakyat. Beliau kan tidak lagi dengan simbul simbul negara, simbul simbul presiden. Kan sudah selesai,” ujarnya.
Damrizal juga menilai tidak ada masalah apabila ada pihak yang mengaitkan kunjungan tersebut dengan agenda politik. Menurut dia, politik yang dibawa Jokowi adalah politik kebangsaan.
“Yang pasti politiknya adalah politik kebangsaan. Politik kebangsaan, bagaimana Indonesia ini dapat mencapai target menjadi negara kuat, Indonesia 2045 itu. Tidak lebih dari itu, kunjungan untuk bertemu dengan saudara saudara kita yang telah berkunjung kesini dan mengundang beliau untuk bertemu di kampung masing-masing,” katanya.
Pada tahap awal, Jokowi direncanakan mengunjungi tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Relawan dari berbagai organisasi mengaku siap membantu pelaksanaan agenda tersebut sekaligus mengoordinasikan pertemuan Jokowi dengan masyarakat di daerah yang akan dikunjungi.
Damrizal menambahkan, dalam pertemuan tersebut relawan membahas berbagai hal. Namun pada prinsipnya mereka tetap menyatakan komitmen untuk mendukung setiap langkah yang diambil Jokowi.
“Sebagai relawan kami tetap setia dan tegak lurus. Ke mana pun Pak Jokowi melangkah, kami siap mengikuti dan mengawal agenda beliau,” ujarnya.






