MARKAS Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara membenarkan adanya pesawat militer Amerika Serikat yang sempat melintas di wilayah udara perairan Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin, 1 Juni 2026. Keberadaan pesawat tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah data pelacakan penerbangan diunggah oleh seorang warganet di media sosial.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara I Nyoman Suadnyana mengatakan, pesawat itu merupakan Lockheed C-130T Hercules milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Pesawat tersebut diketahui tengah melakukan uji terbang (test flight) pada 1 Juni 2026, setelah sebelumnya melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM), Padang, pada 25 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Nyoman menjelaskan, pesawat awalnya terbang dari Malaysia menuju pangkalan militer Amerika Serikat di Diego Garcia. Namun dalam perjalanan, pesawat mengalami gangguan pada mesin sehingga harus dialihkan untuk mendarat di bandara terdekat. “Ada masalah engine nomor tiga sehingga harus mendarat di bandara terdekat, yang paling dekat BIM, Padang,” kata Nyoman saat dihubungi, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menegaskan pendaratan tersebut dilakukan sesuai prosedur dan tidak ditemukan pelanggaran aturan penerbangan. Pesawat juga telah mengantongi dokumen serta perizinan yang diperlukan. “Jadi tidak ada pelanggaran, semua sesuai prosedur,” ujarnya.
Nyoman juga memastikan tidak ada agenda lain dalam melintasnya pesawat militer Amerika Serikat tersebut di wilayah udara Indonesia. Ia menyebut seluruh awak pesawat telah menjalani pemeriksaan oleh petugas keamanan bandara saat mendarat. “Petugas sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Murni karena trouble engine,” kata dia.
Saat ini pesawat masih berada di Padang untuk menjalani proses perbaikan, termasuk penggantian komponen mesin yang rusak. Karena suku cadang harus didatangkan dari luar, perbaikan membutuhkan waktu sebelum pesawat dapat melanjutkan penerbangan.
Pesawat tersebut direncanakan kembali lepas landas pada Kamis, 4 Juni 2026. “Besok terbang lagi,” ujar Nyoman.






