Prabowo Sering ke Luar Negeri, Teddy: Kita Harus Panen Hubungan Baik

SEKRETARIS Kabinet Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya menjawab kritik bahwa lawatan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri bersifat spontan dan tanpa perencanaan jelas. Kritik itu sebelumnya dilontarkan oleh eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Kata Teddy, agenda perjalanan luar negeri presiden memang ada yang disiapkan bahkan satu tahun sebelumnya. Namun demikian, ada pula jadwal kunjungan genting yang perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi dalam negeri maupun global.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Perkembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari. Nah, jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” ucap Teddy melalui keterangan video pada Senin, 1 Juni 2026.

Dalam video klarifikasi berdurasi 6 menit 44 detik ini, Teddy juga menepis tudingan bahwa pelbagai lawatan Presiden Prabowo ke luar negeri sebagai upaya agar terlihat gagah di mata pihak lain. Bagi Teddy, kunjungan kenegaraan Prabowo merupakan bentuk diplomasi aktif yang membawa bermacam hasil konkret.

Selain itu, Teddy menilai lawatan Prabowo ke luar negeri untuk membangun kedekatan emosional dengan berbagai pemimpin dunia secara langsung.

“Presiden Prabowo itu adalah presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis. Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah. Itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan lain sebagainya,” kata mantan asisten ajudan Presiden ke-7 Joko Widodo itu.

Teddy mengatakan bahwa setiap pemimpin negara semestinya menjalin hubungan yang dekat dengan pemimpin negara lainnya. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak, kita harus panen hubungan yang baik,” ujar dia.

Adapun Dino Patti Djalal, yang merupakan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), sebelumnya menyoroti frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Dino mencatat selama menjabat presiden, Prabowo menghabiskan satu dari total enam harinya di luar negeri.

Sehingga ia tak heran kalau ada yang menyebut perjalanan dinas luar negeri ini tidak lazim. Ia juga yakin dalam 18 bulan ke depan, Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tingginya.

Tak hanya itu, Dino mengamati ada sejumlah kunjungan presiden yang dilakukan secara spontan, tanpa perencanaan dan tujuan yang jelas. Menurut Dino, rencana kunjungan internasional Prabowo secara garis besar perlu dipetakan setahun sebelumnya.

“Baik Sekretaris Kabinet Teddy atau Menteri Luar Negeri Sugiono perlu mengumumkan rencana kunjungan Presiden ke suatu negara satu bulan sebelumnya, atau minimal seminggu sebelum hari H dan diumumkan juga bersamaan dengan negara yang akan dikunjungi,” ujar Dino melalui unggahan video di Instagram miliknya, @dinopattidjalal.

Dino mengatakan kunjungan Presiden ke Pakistan dan Rusia sewaktu bencana banjir Sumatera, misalnya, dilakukan tanpa ada informasi apa pun kepada publik sebelum berangkat. Ia menilai istana perlu menerapkan asas akuntabilitas dan transparansi karena publik sering kali tidak tahu Presiden Prabowo berada di mana di luar negeri.

Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    Sekda: Tersangka Dilantik Jadi Staf Ahli Bupati Pandeglang Belum Ngantor

    Pandeglang – Tersangka kasus tabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5, Ahmad Mursidi dilantik menjadi staf ahli bupati bidang pemerintahan, hukum dan politik. Namun hingga kini, Ahmad Mursidi belum masuk kerja…

    Rusia melancarkan serangan besar-besaran semalaman ke Ukraina

    Umpan Berita Rusia melancarkan serangan besar-besaran pada malam hari di kota-kota di seluruh Ukraina, menyebabkan sedikitnya 22 orang termasuk anak-anak. Rusia mengatakan tujuannya adalah untuk mempertahankan industri di Ukraina, sementara…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *