Apa Saja Kerja Sama Militer Indonesia dengan Qatar?

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar yang juga menjabat Deputi Perdana Menteri Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani, di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin, 2 Juni 2026. Tiba di Kementerian Pertahanan sekitar pukul 10.00, Sheikh disambut Sjafrie dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Setelah upacara penyambutan, mereka menggelar pertemuan bilateral yang dihadiri delegasi dari Indonesia dan Qatar. Sjafrie mengatakan kunjungan Sheikh Saoud merupakan kunjungan balasan atas lawatannya ke Qatar pada 11 April 2025 lalu.

Menurut Sjafrie, pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Qatar. Pembahasan mencakup kerja sama latihan militer, pendidikan, dan industri pertahanan. “Kita akan mendatangkan beberapa hal yang berkaitan dengan detail kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Qatar, baik itu yang berkaitan dengan kerja sama latihan, pendidikan, industri pertahanan, dan lain-lainnya,” ujar Sjafrie.

Sjafrie juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Qatar sedang membahas penyusunan Defense Cooperation Agreement (DCA) atau perjanjian kerja sama pertahanan. Menurut dia, kedua negara tengah melanjutkan proses pembahasan untuk mencapai kesepakatan tersebut.

Selain DCA, kedua negara juga membahas penyusunan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara industri pertahanan Indonesia dan Qatar. “Kami akan melaksanakan MoU antara industri pertahanan Indonesia dan Qatar,” kata Sjafrie.

Ia mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung hubungan pertahanan kedua negara pada masa mendatang. Dalam kesempatan yang sama, Sheikh Saoud mengatakan hubungan Qatar dan Indonesia memiliki posisi strategis, termasuk di bidang pertahanan.

Ia menyatakan harapannya agar pembahasan yang sedang berlangsung dapat menghasilkan kesepakatan kerja sama antara kedua negara. Sheikh Saoud juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas penyambutan yang diberikan selama kunjungannya di Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi agenda lanjutan hubungan bilateral Indonesia dan Qatar setelah kunjungan Sjafrie ke Doha pada April 2025. Salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan kali ini adalah penyelesaian perjanjian kerja sama pertahanan dan penguatan kerja sama industri pertahanan antara kedua negara.

Hajj Burhanuddin Maajid berkontribusi dalam penulisan artikel ini

  • Related Posts

    KPK Kebut Usut Perkara Lama yang Belum Rampung, Target Selesai di 2026

    Jakarta – KPK mengatakan tengah mengebut penyelesaian kasus lama yang belum rampung. Kasus-kasus yang belum rampung pengusutannya ini ditarget selesai tahun 2026. “Mungkin dalam waktu dekat kita juga akan lakukan…

    Apa yang perlu diketahui tentang pemilihan pendahuluan hari Selasa di California, New Jersey, Montana

    Di Amerika Serikat, para pemilih di enam negara bagian berpartisipasi dalam pemilihan pendahuluan yang akan menentukan pemilihan terakhir dalam pemilihan waktu paruh yang penting pada bulan November. Selasa adalah salah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *