Jakarta – Kementerian Transmigrasi mengumumkan hasil rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Tahun 2026 melalui laman resmi tep.transmigrasi.go.id/status.
Sebanyak 1.230 peserta dinyatakan lolos dari total 10.359 pendaftar yang mengikuti proses rekrutmen tahun ini.
“Jadi perlu kami sampaikan pula bahwa jumlah peserta yang mendaftar memang jauh dari melebihi kuota yang tersedia. Dari 10.359 pendaftar yang tadi saya sampaikan, hanya sekitar 1.230 peserta dan 246 ketua tim yang dapat ditugaskan pada pelaksanaan tim ekspedisi parliat tahun 2026,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementrans Edy Gunawan, dalam acara Pengumuman Hasil Rekrutmen TEP 2026, Selasa (2/6/2026).
Sebanyak 1.230 peserta yang lolos rekrutmen akan tergabung dalam 246 tim dan terdaftar melalui 10 kampus mitra penyelenggara.
Masing-masing tim terdiri dari satu ketua tim dan empat anggota. Adapun rincian jumlah tim dan peserta pada masing-masing kampus mitra sebagai berikut:
1. Institut Teknologi Bandung (ITB): 24 tim dengan 120 anggota
2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): 25 tim dengan 125 anggota
3. Institut Pertanian Bogor (IPB): 25 tim dengan 125 anggota
4. Universitas Indonesia (UI): 25 tim dengan 125 anggota
5. Universitas Gadjah Mada (UGM): 24 tim dengan 120 anggota
6. Universitas Diponegoro (UNDIP): 24 tim dengan 120 anggota
7. Universitas Padjadjaran (UNPAD): 24 tim dengan 120 anggota
8. Universitas Airlangga (UNAIR): 25 tim dengan 125 anggota
9. Universitas Brawijaya (UB): 25 tim dengan 125 anggota
10. Universitas Hasanuddin (UNHAS): 25 tim dengan 125 anggota.
Berikut tata cara melihat hasil rekrutmen TEP 2026:
1. Kunjungi laman tep.transmigrasi.go.id/status.
2. Masukkan nomor identitas (NIK atau nomor paspor) yang digunakan saat pendaftaran.
3. Klik tombol pencarian atau periksa status.
4. Sistem akan menampilkan hasil rekrutmen peserta secara individual.
Edy menyampaikan pihaknya terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam proses rekrutmen TEP 2026. Antusiasme dan keberagaman peserta menjadi bukti tingginya semangat generasi muda Indonesia untuk turut berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui kawasan transmigrasi.
“Ke depan, berbagai masukan dan perhatian publik selama proses rekrutmen tentunya akan menjadi bahan evaluasi kami untuk terus memperkuat tetap kelola, transparansi, akutabilitas, dan kualitas penyegaraan Tim Ekspedisi Patriot agar semakin mampu menjaring talenta-talenta terbaik bangsa ini serta menghadirkan masyarakat nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi,” jelas Edy.
“Sekali lagi, transmigrasi bukan sekedar perpindahan penduduk. Transmigrasi adalah strategi negara untuk menghadirkan pertumbuhan, pemerataan, dan harapan di garis depan pembangunan Indonesia,” pungkasnya. (prf/ega)





