Jakarta –
Memasuki Juni 2026, sejumlah fenomena langit menarik akan menghiasi langit malam maupun siang hari. Mulai dari hujan meteor, titik balik Matahari, hingga kemunculan Bulan Purnama Strawberry Moon yang menjadi penutup bulan.
Bagi penggemar astronomi, fenomena-fenomena tersebut bisa menjadi momen menarik untuk mengamati langit. Berdasarkan laporan astronomi yang dilansir In The Sky, berikut daftar fenomena langit yang berlangsung sepanjang Juni 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hujan Meteor Arietid Siang Hari 10 Juni 2026
Hujan meteor Arietid diperkirakan mencapai puncaknya pada Rabu, 10 Juni 2026. Arietid dikenal sebagai salah satu hujan meteor siang hari paling aktif yang terjadi setiap tahun.
Fenomena ini berasal dari aliran debu dan partikel yang ditinggalkan komet saat melintasi orbitnya. Meski aktivitasnya tergolong tinggi, Arietid cukup sulit diamati secara langsung karena sebagian besar meteor muncul ketika Matahari masih berada di atas cakrawala.
Titik Balik Matahari 21 Juni 2026
Pada Minggu, 21 Juni 2026, terjadi fenomena titik balik Matahari atau solstis Juni. Peristiwa ini terjadi ketika Matahari mencapai posisi paling utara di langit jika diamati dari Bumi.
Solstis Juni menandai awal musim panas di belahan Bumi utara dan awal musim dingin di belahan Bumi selatan. Selain itu, tanggal tersebut menjadi hari dengan durasi siang terpanjang dalam setahun bagi wilayah di belahan Bumi utara.
Hujan Meteor Juni Bootid 27 Juni 2026
Fenomena berikutnya adalah hujan meteor Juni Bootid yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Juni Bootid berasal dari sisa material komet 7P/Pons-Winnecke yang memasuki atmosfer Bumi. Hujan meteor ini dikenal memiliki tingkat aktivitas yang tidak menentu. Pada beberapa tahun jumlah meteor yang terlihat relatif sedikit, tetapi pada kondisi tertentu aktivitasnya dapat meningkat secara signifikan.
Bulan Purnama Strawberry Moon 30 Juni 2026
Bulan Purnama Strawberry Moon akan menjadi salah satu fenomena langit yang menutup Juni 2026. Fase purnama ini terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026.
Nama Strawberry Moon berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara yang mengaitkan purnama bulan Juni dengan musim panen stroberi. Meski demikian, Bulan tidak akan tampak berwarna merah muda karena nama tersebut hanya merupakan sebutan tradisional.
Selain empat fenomena utama di atas, terdapat sejumlah peristiwa astronomi lain yang terjadi sepanjang Juni 2026. Berikut daftarnya:
- Senin, 8 Juni 2026: Bulan Kuartal Akhir
- Selasa, 9 Juni 2026: Konjungsi Bulan dan Saturnus
- Selasa, 9 Juni 2026: Bulan berada dekat Neptunus
- Selasa, 9 Juni 2026: Bulan berada di titik apogee atau titik terjauh dari Bumi
- Rabu, 10 Juni 2026: Konjungsi Bulan dan Mars
- Rabu, 10 Juni 2026: Bulan berada dekat Uranus
- Senin, 15 Juni 2026: Bulan Baru
- Senin, 15 Juni 2026: Bulan berada di titik perigee atau titik terdekat dengan Bumi
- Rabu, 17 Juni 2026: Konjungsi Bulan dan Venus
- Rabu, 17 Juni 2026: Konjungsi Bulan dan Jupiter
- Rabu, 17 Juni 2026: Bulan berada dekat gugus bintang Pleiades
- Rabu, 17 Juni 2026: Okultasi Bulan terhadap gugus bintang Pleiades
- Minggu, 21 Juni 2026: Bulan Kuartal Pertama
Itulah daftar fenomena langit yang berlangsung sepanjang Juni 2026. Sejumlah fenomena dapat diamati dari Indonesia apabila kondisi cuaca mendukung.
(wia/idn)






