Menteri Transmigrasi Dukung Investasi Digital Rp88 Triliun di Batam

INFO TEMPO – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyatakan dukungannya terhadap masuknya investasi besar di sektor digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Kota Batam, Kepulauan Riau, yang mencapai sekitar Rp88 triliun.

Investasi pembangunan AI Data Centre di kawasan Nongsa tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital dan teknologi masa depan Indonesia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Menteri Transmigrasi, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghadirkan angka investasi, tetapi juga harus membawa dampak nyata berupa penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, dan harapan bagi masyarakat.

“Investasi harus memberikan dampak nyata bagi rakyat. Yang paling penting bukan hanya nilai investasinya, tetapi seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Transmigrasi siap mendukung penyiapan tenaga kerja yang dibutuhkan industri melalui berbagai program pelatihan, termasuk peningkatan kapasitas, keterampilan, disiplin kerja, dan integritas.

“Kita harus memastikan masyarakat Indonesia, khususnya generasi mudanya, mampu menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital dunia. Karena itu, kompetensi dan integritas harus berjalan berbanding lurus,” lanjutnya.

Menteri Transmigrasi menjelaskan bahwa masyarakat transmigrasi tidak hanya mencakup para transmigran, tetapi juga masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi dan wilayah sekitarnya. Karena itu, investasi diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang luas.

“Jika masyarakat transmigrasi dapat terserap oleh lapangan kerja dari investasi tersebut, maka multiplier effect-nya akan sangat besar. Pengangguran berkurang, pendapatan masyarakat meningkat, dan kemiskinan dapat ditekan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hal tersebut merupakan implementasi nyata Pasal 33 UUD 1945 sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, bahwa pembangunan ekonomi harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

“Yang menikmati hasil pembangunan tidak boleh hanya pengusaha dan investor, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan,” tegasnya.

Menteri Transmigrasi juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Batam, yakni Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, yang dinilai berhasil membangun kepercayaan investor serta menciptakan optimisme terhadap masa depan Batam sebagai pusat ekonomi digital nasional.

Menurutnya, kehadiran investor tidak hanya ditentukan oleh insentif, tetapi juga kepercayaan terhadap kepemimpinan, stabilitas, kepastian, dan kecepatan pelayanan.

Ia menegaskan, transformasi ekonomi nasional membutuhkan sinergi antara investasi, infrastruktur, teknologi, serta pembangunan sumber daya manusia.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan investasi, tetapi memastikan rakyat ikut tumbuh bersama investasi tersebut. Masyarakat harus semakin sejahtera, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan anak-anak muda Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tutupnya.(*)

  • Related Posts

    Sapi Kurban Lepas Masuk Minimarket di Bogor, Sempat Kejar Emak-emak

    Jakarta – Seekor sapi kurban lepas masuk minimarket di Kecamatan Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat. Sapi tersebut mulanya hendak diturunkan dari mobil. “Jadi sapi itu hendak turun dari mobil, tadinya sapinya…

    Prabowo Salat Idul Adha di Paris

    PRESIDEN Prabowo Subianto melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriah di Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026. Ibadah dilaksanakan di Wisma Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia yang bertempat di ibu…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *