Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kerja ke Prancis untuk bertemu Presiden Emmanuel Macron. Apa yang akan dibahas dalam pertemuan?
Wamensesneg Juri Ardiantoro menyebut Prabowo sudah bertolak ke Prancis, Senin (25/5) malam. Prabowo sekaligus akan menunaikan salat Idul Adha di Prancis.
“Pak Presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya, ke Prancis. Jadi, tentu akan menyesuaikan karena pas hari Rabu masih ada di sana. Jadi, tentu akan menyesuaikan situasi di sana. Nanti kita tunggu saja,” kata Juri kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Juri belum menjelaskan hal yang akan dibahas dalam kunker Prabowo ke Prancis kali ini. Ia mengatakan isi pertemuan akan dijelaskan lebih lanjut dengan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
“Nanti Pak Menlu yang akan menjelaskan,” ujarnya.
Diketahui, pada 14 April 2026, Prabowo bertolak ke Prancis bertemu Presiden Emmanuel Macron. Dalam pertemuan itu, kedua kepala negara sepakat meningkatkan kerja sama terutama di sektor pertahanan. Hal ini dinilai penting mengingat Indonesia selama ini memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan dari Prancis sehingga diperlukan penguatan penguasaan teknologi alutsista tersebut.
“Yang kemudian diturunkan di dalam keinginan untuk bekerja sama di bidang pendidikan, khususnya di sektor STEM sehingga terjadi apa yang disebut satu kerja sama beyond procurement kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli,” ujar Menteri Luar Negari Sugiono, dalam diskusi di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4),
Selain itu, pembicaraan kedua negara juga mencakup isu-isu global yang tengah menjadi perhatian, seperti energi dan pemanfaatan mineral kritis. Kerja sama juga dijajaki di sektor lain, antara lain pendidikan, ekonomi kreatif, hingga transportasi.
“Kemudian pembicaraan juga menyangkut tentu saja, karena ini dirasakan di seluruh dunia, mengenai energi, juga pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, dan ekonomi kreatif, infrastruktur dan transportasi,” ujarnya.
Di saat yang sama, Sugiono menyampaikan Prabowo akan bertolak kembali ke Prancis. “Dan juga rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Sugiono menyampaikan bahwa kedekatan hubungan personal antara kedua kepala negara menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Ia menilai relasi yang erat tersebut dapat mendorong percepatan kerja sama di berbagai bidang strategis.
“Dan seperti kita ketahui bersama bahwa hubungan pribadi antar kedua Presiden merupakan sesuatu yang sangat dekat, yang akan merupakan sebuah modal besar dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis,” ujarnya.
(eva/dhn)





