Jelang Waisak, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindah ke Lapangan Kenari

Jakarta – Menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur resmi dipindahkan ke Lapangan Kenari. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, penguatan fungsi spiritual kawasan, serta penataan ekosistem peribadatan yang lebih berkelanjutan.

Pemindahan dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak, yakni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB), Kementerian Agama Republik Indonesia, InJourney Destination Management, para Bhikkhu, serta komunitas masyarakat adat setempat.

Arca ditempatkan di Lapangan Kenari yang berada di Zona I kawasan Candi Borobudur, tepatnya di area barat daya candi, di antara dua pohon kenari yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi kawasan tersebut.

Kepala Museum & Cagar Budaya, Esti Nurjadin, menyatakan langkah ini bukan sekadar pelestarian warisan budaya dunia, melainkan juga upaya menghadirkan ruang spiritual yang lebih representatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Seluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian cagar budaya, menghormati masyarakat dan adat setempat, guna memastikan tata kelola kawasan yang berkelanjutan agar Borobudur tetap terjaga sebagai pusat spiritual dan budaya dunia,” terang Esti dalam keterangan tertulis, (26/5/2026).

Direktur Utama InJourney Maya Watono menjelaskan, pemindahan ini merupakan bagian dari penataan kawasan spiritual Borobudur agar masyarakat dapat menjalankan ritual dan aktivitas peribadatan dengan lebih khusyuk.

“Pengembangan Borobudur sebagai destinasi spiritual dan budaya berkelas dunia harus berjalan selaras antara pelestarian warisan budaya, penguatan nilai spiritual, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutur Maya Watono.

Maya menambahkan, InJourney bersama pemerintah, tokoh agama, dan komunitas lokal ingin memastikan Borobudur tetap lestari sekaligus relevan sebagai spiritual and pilgrimage destination kelas dunia yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat luas.

Prosesi pemindahan arca turut diwarnai ritual adat dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya, spiritualitas, dan harmoni masyarakat sekitar kawasan Borobudur. Momentum ini sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan antara pelestarian heritage dengan kehidupan spiritual masyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan menyebut, penempatan arca di area penyangga ritual mempertimbangkan berbagai aspek pelestarian dan kenyamanan pengunjung.

“Penempatan arca di area penyangga ritual diharapkan dapat mendukung terciptanya sirkulasi kegiatan spiritual yang lebih tertata, menghadirkan ruang ibadah yang lebih representatif bagi umat, sekaligus menjaga kualitas pengalaman pengunjung,” jelas Febrina.

Sebagai bagian dari transformasi kawasan Borobudur menjadi destinasi spiritual and pilgrimage kelas dunia, InJourney melalui InJourney Destination Management terus mendorong pengembangan ekosistem pariwisata yang berorientasi pada pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan di kawasan strategis nasional Borobudur. (akn/ega)

  • Related Posts

    Panitia SNPMB Temukan 27 Kasus Perjokian UTBK 2026

    PANITIA Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 menemukan 27 kasus perjokian dalam pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) tahun ini. Seluruh kasus itu mayoritas terkait peserta yang mengincar program…

    Anggota Komnas HAM Amiruddin Bicara Kesiapan Lembaga Hadapi Tantangan Baru

    Depok – Anggota Komnas HAM Amiruddin mengatakan lembaganya kini bersiap menghadapi tantangan baru. Dia mengatakan Komnas HAM harus bisa berubah. Hal itu disampaikan Amiruddin dalam Diskusi Publik bertajuk ’28 Tahun…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *