INFO NASIONAL – Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI tahun 2026 Cucun Ahmad Syamsurijal meninjau distribusi obat dan layanan kesehatan jamaah haji Indonesia di Snood Mawteen Hotel Sektor 8, Makkah, Arab Saudi, Kamis, 21 Mei 2026. Hotel tersebut ditempati sekitar 2.099 jemaah asal Cirebon, Bekasi, Tasikmalaya, Palembang, Bandung, dan Magelang.
Dalam kunjungan itu, Timwas Haji DPR RI meninjau langsung pelayanan kesehatan di sektor pemondokan jemaah yang menjadi salah satu titik krusial menjelang puncak ibadah haji. Cucun mengatakan, di tengah ketatnya regulasi Pemerintah Arab Saudi terkait layanan kesehatan haji, Indonesia masih dapat membuka satelit kesehatan di setiap pemondokan jemaah.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam satu sektor, terdapat hingga empat satelit kesehatan yang berfungsi sebagai fasilitas penanganan awal sebelum jemaah dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah. “Alhamdulillah tahun ini kita masih bisa membuka satelit-satelit kesehatan di setiap pemondokan. Ini menjadi penanganan awal kegawatdaruratan sebelum jemaah dibawa ke KKHI,” kata Cucun.
Dia mengatakan, layanan kesehatan haji tahun ini juga diperkuat melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit swasta di Arab Saudi, termasuk Saudi German Hospital serta beberapa rumah sakit lain di wilayah Makkah dan Madinah. Menurut dia, pola layanan tersebut membantu mempercepat penanganan jemaah yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti laboratorium maupun rontgen.
Meski demikian, Timwas Haji DPR menemukan adanya kendala distribusi obat di sejumlah satelit kesehatan. Persoalan itu dinilai muncul lantaran pengelolaan Pusat Kesehatan Haji saat ini masih berada di bawah Kementerian Kesehatan sehingga proses distribusi logistik kesehatan belum sepenuhnya optimal.
“Masih ada sedikit kendala terkait ketersediaan obat dan distribusinya ke setiap sektor maupun satelit kesehatan,” ujarnya. Karena itu, pihaknya mendorong agar sistem distribusi obat dan penataan tenaga kesehatan dapat lebih terintegrasi sehingga pelayanan kesehatan jamaah menjadi lebih maksimal.
Cucun pun mengapresiasi meningkatnya kesadaran jemaah terhadap pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Dia menyebut jamaah kini lebih rutin memeriksakan tekanan darah dan kondisi fisik di satelit kesehatan sektor.
“Jemaah yang terindikasi berisiko tinggi sekarang mulai menurun. Kesadaran untuk memeriksa kesehatan setiap hari juga semakin baik,” kata dia.
Menurut Cucun, kondisi tersebut tidak lepas dari peran tenaga kesehatan yang siaga selama 24 jam mendampingi jamaah di pemondokan. Tim medis sektor pun dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah kondisi kesehatan jamaah memburuk, khususnya menjelang fase Armuzna yang identik dengan kepadatan aktivitas dan cuaca ekstrem.
Cucun menegaskan, penguatan layanan kesehatan akan menjadi fokus utama pengawasan DPR RI pada penyelenggaraan ibadah haji mendatang. “Karena pelayanan kesehatan yang cepat dan merata dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan jamaah, terutama lanjut usia dan jamaah dengan penyakit penyerta.” (*)






