MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama, yang terseret dalam sidang kasus suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Djaka diduga menerima uang US$ 213 ribu berkaitan dengan kasus suap impor yang melibatkan pemilik Blueray Cargo, John Field. Menanggapi itu, Purbaya menegaskan bakal mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.
Namun demikian, ia tidak menjelaskan dengan gamblang perintah apa yang disampaikan Prabowo. “Saya akan mengikuti perintah Bapak Presiden,” ucap Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026.
Diketahui, ketika berpidato di rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu, 20 Mei 2026, Presiden Prabowo sempat memerintahkan Purbaya untuk mengganti pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai jika dinilai tak mampu menyelesaikan masalah.
Menurut Purbaya, nasib Djaka Budhi akan ditentukan pekan depan. Ia tidak membantah maupun membenarkan apakah Djaka akan dicopot dari jabatannya. “Ya, kita lihat minggu depan, ya,“ ujarnya.
Saat diminta penegasan apakah pekan depan Djaka Budhi akan diganti, eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini mengatakan, “Sentimen amat mau cepat-cepat (copot Djaka Budhi Utama). Nanti kita lihat perkembangan, ya.“
Sidang terdakwa dari pihak swasta dalam kasus suap impor di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan memasuki babak pembuktian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Ketiga terdakwa itu adalah pemilik Blueray Cargo Group, John Field; Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri; dan Manajer Operasional Blueray Cargo Dedi Kurniawan Sukolo. Mereka didakwa menyuap sejumlah pejabat Bea Cukai agar pengawasan kepabeanan barang impor milik Blueray bisa dipercepat.
Dalam persidangan, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menyebutkan nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama. Jaksa mengungkapkan ada uang setoran bulanan dari Blueray Cargo kepada Djaka dan sejumlah pejabat Bea Cukai lain. Jaksa juga menampilkan bukti foto amplop dan tabel penyetoran pada Desember 2025.
Jihan Ristiyanti berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Jakarta di Persimpangan: Ibu Kota atau Kota Global?






