Pemimpin oposisi utama Turki, Ozgur Ozel, berjanji tidak akan meninggalkan markas besar partainya setelah keputusan pengadilan memecatnya dari kekuasaan. Berbicara kepada para pendukungnya di Ankara, Ozel menuduh hakim dan jaksa melakukan upaya kudeta terhadap partainya.
Diterbitkan Pada 22 Mei 2026






