BADAN Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI mengirimkan karangan bunga duka cita ke Istana Negara, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026. Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI 2026 Hafidz Haernanda membenarkan bahwa mereka telah mengirim karnagan bunga.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Karangan bunga itu sebagai bentuk simbolik atas matinya reformasi, BEM UI mengirimkan karangan bunga ke depan Istana Negara,” ujar Hafidz saat dimintai konfirmasi pada Jumat, 22 Mei 2026.
Hafidz menuturkan, reformasi diwujudkan tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi dengan perjuangan, bahkan sampai timbul korban nyawa dan ada aktivis yang hilang hingga kini tidak diketahui rimbanya.
“Reformasi yang dahulu lahir dari darah, air mata, dan perjuangan rakyat, hari ini semakin kehilangan nyawanya di tangan kekuasaan yang terus mengkhianati cita-cita demokrasi,” geram Hafidz.
Ia menegaskan, karangan bunga tersebut bukan sekadar ekspresi duka, melainkan tanda peringatan bahwa janji-janji reformasi telah dikuburkan secara perlahan oleh negara sendiri.
“Reformasi dikorupsi, dikebiri dan kini telah mati, BEM UI menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya reformasi di usia 28 tahun,” ucap Hafidz.
Sebelumnya, BEM UI menggelar aksi simbolik bertajuk #ReforMATI di Tugu Makara UI, Kampus UI Depok, pada Rabu, 20 Mei 2026 yang dilanjutkan mengikuti aksi Kamisan bersama BEM dan aliansi masyarakat sipil lain esok harinya.





