WAKIL Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Presiden Prabowo Subianto akan menjadi Presiden pertama Republik Indonesia yang akan menyampaikan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal atau KEM-PPKF di rapat paripurna DPR.
Ia melanjutkan, pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah memang menyampaikan pidato KEM-PPKF maupun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dengan diwakili menteri terkait.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“(Penyampaian langsung oleh Presiden?) Itu boleh-boleh saja. Namanya pengantar untuk penyusunan APBN 2027,” kata Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Selasa, 19 Mei 2026.
Adapun, dalam warkat Sekretariat Jenderal Bidang Persidangan yang dilihat Tempo, DPR diagendakan akan melaksanakan rapat paripurna masa persidangan V pada Rabu, 20 Mei 2026, esok hari.
Warkat bernomor B/5926/AG.01.01/5/2026 itu mengagendakan tiga kegiatan. Pertama, penyampaian KEM-PPKF dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 oleh Pemerintah. Kedua, laporan Badan Legislasi atas Evaluasi Perubahan Kedua Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2026, dilanjutkan dengan Pengambilan Keputusan.
Lalu ketiga, menyampaikan pendapat Fraksi-fraksi atas Rancangan Undang-Undang Usul Inisiatif Komisi III tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dilanjutkan dengan Pengambilan Keputusan menjadi RUU Usul DPR.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Saan Mustopa tak membantah ihwal rapat paripurna yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. “Rencananya seperti itu,” kata Saan di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Selasa, 19 Mei 2026.
Dia menambahkan, agenda penyampaian KEM-PPKF maupun RAPBN 2027 yang disampaikan Prabowo menjadi pertama kalinya seorang presiden menyampaikan di hadapan DPR secara langsung.
Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya agenda serupa umumnya disampaikan langsung pemerintah melalui menteri terkait.
“(Ini pertama kali?) Ya, yang saya tahu,” ujar politikus Partai NasDem itu.






