PENGURUS Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) mengkritik ucapan Presiden Prabowo Subianto soal warga desa tidak berdampak pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Presidium Hubungan Luar Negeri PP PMKRI, Ferdinandus Wali Ate, mengkritik keras pernyataan Presiden Prabowo mengenai pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp 17.602 per dolar AS. PMKRI menilai narasi pemerintah yang menyebut masyarakat pedesaan aman dari dampak depresiasi kurs sebagai bentuk penyangkalan terhadap realitas ekonomi global.
Ferdy Ate mengatakan pemerintah tidak sepatutnya meremehkan kegelisahan masyarakat arus bawah dengan melemparkan retorika politik yang mengabaikan logika pasar.
“Pernyataan bahwa rakyat di desa tidak terdampak hanya karena mereka tidak bertransaksi pakai dolar adalah kekeliruan logika yang fatal. Jangan memberi ‘angin surga’ di tengah impitan ekonomi yang nyata,” kata Ferdy Ate dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Ahad, 17 Mei 2026.
Menurut Ferdy, meski masyarakat pedesaan menggunakan rupiah dalam keseharian mereka, rantai pasok pangan domestik saat ini sangat bergantung pada pasar internasional. Ia mencontohkan lebih dari 80 persen komoditas kedelai untuk bahan baku tahu dan tempe diperoleh melalui skema impor yang transaksinya menggunakan dolar AS.
Selain sektor pangan, Ferdy juga menyoroti kerentanan sektor energi nasional. Ia menyebutkan bahwa Indonesia telah lama menjadi negara importir minyak net (net oil importer). Sehingga pelemahan rupiah ke level Rp 17.602 otomatis akan membengkakkan beban subsidi energi pada APBN secara signifikan.
Ferdy berujar, pemerintah tidak bisa hanya mengklaim kondisi energi nasional aman tanpa memaparkan strategi mitigasi anggaran yang konkret.
Lebih lanjut, Ferdy menyatakan kritik yang dilayangkan oleh para ekonom dan masyarakat sipil seharusnya dipandang sebagai sistem peringatan dini (early warning system), bukan malah dilabeli sebagai narasi pesimistis yang bertujuan membuat kekacauan.
Ia juga menilai cara pemerintah berkomunikasi dengan rakyatnya saat ini sedang mengalami krisis empati dan melanggar etika komunikasi publik.
“Meremehkan rasa takut rakyat yang kesulitan mengatur anggaran dapur akibat inflasi mata uang adalah tindakan berbahaya yang mencederai keadilan sosial. Ketika pemerintah bersikap masa bodoh terhadap stabilitas kurs, kredibilitas negara di mata investor taruhannya,” tutur Ferdy.
PMKRI pun mendesak otoritas moneter dan fiskal untuk segera mengambil langkah intervensi pasar yang terukur. Ferdy menuturkan, bersikap realistis dalam menghadapi tekanan ekonomi global jauh lebih dibutuhkan oleh rakyat hari ini ketimbang sekadar pembelaan populis di panggung politik.
Dalam pidatonya, Prabowo mengerdilkan melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ia menilai turunnya nilai tukar rupiah tidak langsung berdampak bagi masyarakat pedesaan.
Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai saat ini banyak orang yang sering menyatakan ekonomi Indonesia dalam bahaya karena rupiah terus melemah. “Sekarang ada yang selalu, entah mengapa saya enggak mengerti, sebentar-sebentar bilang Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa, ya kan?” kata dia di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Prabowo meminta agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan pergerakan rupiah terhadap dolar. Mantan Menteri Pertahanan ini menyebut kondisi Indonesia masih aman dibanding negara-negara lain, khususnya di sektor pangan dan energi.
Ia pun menanggapi santai kondisi tersebut karena masyarakat desa tidak menggunakan mata uang asing dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia tak khawatir dengan peringatan orang-orang soal rupiah yang melemah. “Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?” ucapnya.
Sehari sebelum pidato tersebut, rupiah melemah hingga ke level Rp 17.600 per dolar AS pada perdagangan Jumat pagi, 15 Mei 2026. Angka ini adalah yang tertinggi sejak krisis moneter Asia pada 1997-1998.
Anastasya Lavenia Yudi berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Lobi-lobi Kakek Prabowo Jadi Pahlawan Nasional






