Foto: Kekerasan geng menyebabkan ratusan orang mengungsi di ibu kota Haiti

Orang-orang di lingkungan Cite Soleil di Port-au-Prince melakukan protes ketika kekerasan geng menutup rumah sakit dan membuat ratusan orang mengungsi.

Kekerasan geng menyebabkan ratusan orang mengungsi di Cite Soleil, Haiti

Seorang warga Cite Soleil berlutut di depan kendaraan lapis baja polisi menuntut polisi pergi dan melawan geng yang menguasai lingkungan mereka, di Port-au-Prince. [Odelyn Joseph/AP Photo]

Penduduk lingkungan Cite Soleil di Port-au-Prince turun ke jalan untuk menuntut perlindungan pemerintah setelah gelombang kekerasan geng baru memaksa ratusan orang meninggalkan rumah mereka selama akhir pekan.

Para pengunjuk rasa mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah menyaksikan orang-orang dibunuh di Cite Soleil dalam beberapa hari terakhir. Pihak yang berwenang Haiti belum merilis informasi mengenai korban jiwa.

Geng-geng bersenjata telah memperketat cengkeraman mereka di ibu kota Haiti sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise di rumahnya pada Juli 2021. Polisi mengatakan kelompok-kelompok tersebut kini menguasai sekitar 70 persen ibu kota Haiti dan telah memperluas aktivitas mereka, termasuk penjarahan, pembunuhanan, dan kekerasan seksual, hingga ke wilayah pedesaan. Haiti belum memiliki presiden sejak pembunuhan Moise.

Layanan medis juga terkena dampaknya. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Senin, Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres) mengatakan mereka telah mengevakuasi rumah sakitnya di Cite Soleil setelah terjadi bentrokan hebat pada hari Minggu. Center Hospitalier de Fontaine, fasilitas lain yang melayani daerah tersebut, mengatakan pada hari Selasa bahwa telah menghentikan operasi karena kekerasan tersebut dan telah mengevakuasi semua pasiennya, termasuk 11 bayi baru lahir.

Kerusuhan terjadi ketika misi keamanan internasional, yang didukung oleh PBB, mulai dikerahkan. Pasukan asing pertama yang terkait dengan pasukan resmi PBB tiba pada bulan April untuk membantu meredam kekerasan.

Pada akhir September, Dewan Keamanan PBB menyetujui rencana misi yang melibatkan 5.550 orang, meskipun kontingen penuh belum tiba. Sejauh ini, sejumlah tentara dari Chad yang dirahasiakan telah dikerahkan.

Peperangan antar geng telah membuat banyak warga Haiti tercerabut dari rumah mereka. Sebuah laporan yang diterbitkan awal tahun ini oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi memperkirakan lebih dari 1,4 juta orang telah mengungsi, dan sekitar 200.000 orang kini tinggal di tempat-tempat yang penuh sesak dan kekurangan dana di ibu kota.

Kekerasan geng menyebabkan ratusan orang mengungsi di Cite Soleil, Haiti

Para pengunjuk rasa mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah menyaksikan orang-orang dibunuh di Cite Soleil dalam beberapa hari terakhir. [Odelyn Joseph/AP Photo]

Kekerasan geng menyebabkan ratusan orang mengungsi di Cite Soleil, Haiti

Warga Cite Soleil merayakan kedatangan kendaraan polisi lapis baja di lingkungan mereka. [Odelyn Joseph/AP Photo]

Kekerasan geng menyebabkan ratusan orang mengungsi di Cite Soleil, Haiti

Kendaraan yang dibakar oleh geng bersenjata berjajar di jalan-jalan di lingkungan Cite Soleil. [Odelyn Joseph/AP Photo]

Kekerasan geng menyebabkan ratusan orang mengungsi di Cite Soleil, Haiti

Seorang wanita meninggalkan rumahnya untuk menghindari bentrokan antar geng bersenjata di Cite Soleil. [Odelyn Joseph/AP Photo]

Kekerasan geng menyebabkan ratusan orang mengungsi di Cite Soleil, Haiti

Geng-geng bersenjata memperketat cengkeraman mereka di Port-au-Prince sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise di rumahnya pada Juli 2021. [Odelyn Joseph/AP Photo]

Kekerasan geng menyebabkan ratusan orang mengungsi di Cite Soleil, Haiti

Polisi mengatakan geng-geng persenjataan kini menguasai sekitar 70 persen ibu kota, turun dari 90 persen pada masa puncaknya. [Odelyn Joseph/AP Photo]

Kekerasan geng menyebabkan ratusan orang mengungsi di Cite Soleil, Haiti

Orang-orang yang mengungsi dari rumah mereka berlindung di kantor polisi di Port-au-Prince. [Odelyn Joseph/AP Photo]

  • Related Posts

    2 Terdakwa Ngaku Kena Cipratan Air Keras Usai Siram Andrie Yunus

    Jakarta – Dua terdakwa penyiram air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Serda Edi Sudarko dan Lettu (Mar) Budhi Haryanto Widhi mengaku terkena cipratan air keras usai beraksi. Mereka menjelaskan…

    Staf Ahli TP PKK Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

    Jakarta – Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Yane Ardian Bima Arya meminta pemerintah daerah (pemda) memperkuat Usaha Peningkatan Pendapatan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *