Pegadaian Semarang Luncurkan Business Case Competition 2026 di UNNES

Jakarta – PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang resmi memulai rangkaian Pegadaian Business Case Competition (BCC) 2026. Adapun acara tersebut diikuti oleh 1.000 mahasiswa.

BCC 2026 hadir sebagai panggung bagi mahasiswa di Jawa Tengah untuk menyalurkan ide kreatif dan solusi inovatif di bidang finansial, investasi, hingga transformasi layanan keuangan digital. Peluncuran kompetisi bergengsi ini dikemas melalui talkshow inspiratif bertajuk ‘MengEmaskan Indonesia: Golden Idea for Gold Generation’ yang memadati Auditorium Prof. Wuryanto, Universitas Negeri Semarang (UNNES), beberapa waktu lalu.

Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian Kadek Eva Suputra menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki ketajaman analisis dan pemikiran kritis yang sangat dibutuhkan industri untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Kami melihat perspektif akademis mahasiswa sangat kuat dan segar. Melalui Business Case Competition ini, kami ingin ide-ide brilian tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi solusi nyata yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Kadek dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).

Dia menambahkan pemilihan UNNES sebagai lokasi kick-off pertama didasari oleh kedekatan strategis dan kultur akademik yang disiplin. Selain UNNES, Pegadaian akan menggandeng empat perguruan tinggi besar lainnya yang telah memiliki fasilitas The Gade Creative Lounge (TGCL) yaitu UNDIP, UGM, UNSOED, dan UNS.

Mewakili Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Kepala Departemen Business Support Tyas Ari Hidayat memaparkan bahwa kompetisi ini terbuka bagi seluruh mahasiswa di wilayah Semarang Raya. Pendaftaran secara resmi akan dibuka pada 18 Mei 2026.

“Peserta ditantang untuk melihat Pegadaian dari sudut pandang mereka-baik itu tentang financial planning, digitalisasi layanan, maupun inovasi produk yang belum terpikirkan sebelumnya. Kami menargetkan setidaknya 100 hingga 150 tim untuk berpartisipasi di tahap awal ini,” ujar Tyas.

Sistem kompetisi dirancang secara komprehensif. Setiap tim (maksimal tiga orang) yang lolos tahap proposal akan mendapatkan sesi workshop dan inkubasi untuk mematangkan ide mereka sebelum maju ke babak penjurian final.

Pegadaian tidak hanya menyiapkan modal pengalaman, tetapi juga apresiasi besar bagi para pemenang. Hadiah yang disiapkan meliputi uang pembinaan, saldo Tabungan Emas, hingga kesempatan meraih Beasiswa Pegadaian.

Melalui BCC 2026, PT Pegadaian berupaya untuk tumbuh bersama generasi muda, sekaligus memastikan inklusi keuangan dan budaya menabung emas terus mengakar di kalangan mahasiswa.

“Pemenang di tingkat universitas akan mendapatkan uang pembinaan dan emas. Selanjutnya, mereka akan dipertemukan dengan jawara dari kampus-kampus lain di tingkat yang lebih tinggi. Puncaknya, pemenang terbaik berhak atas Beasiswa Pegadaian sebagai bentuk dukungan kami terhadap pendidikan generasi emas Indonesia,” tutup Tyas. (akd/ega)

  • Related Posts

    Jaksa Ajukan Kasasi Lawan Vonis Bebas 8 Terdakwa Kasus Korupsi Sritex

    Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengajukan upaya hukum kasasi atas vonis bebas delapan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi kredit untuk PT Sritex. Permohonan kasasi sudah diajukan sejak kemarin. “Per hari…

    Akankah Messi bermain? Pertanyaan Argentina menjawab penggemar tentang skuad Piala Dunia yang beranggotakan 55 orang

    Kapten Argentina disebutkan dalam skuad awal untuk Piala Dunia FIFA 2026 tetapi belum mengonfirmasi partisipasinya. Partisipasi Lionel Messi di Piala Dunia FIFA telah menjadi bahan pertanyaan penggemar selama beberapa bulan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *