Perang Iran telah menempatkan AS dalam situasi di mana ‘Amerika tidak bisa mengendalikan diri namun tidak bisa pergi begitu saja’, kata ekonom Richard Wolff.
Ketika Amerika Serikat mengancam untuk mengambil alih negara-negara dan menghancurkan peradaban, “ini adalah isyarat pembohong dari sebuah perusahaan yang sedang tenggelam”, ujar Richard Wolff, profesor emeritus ekonomi di Universitas Massachusetts.
Wolff mengatakan kepada pembawa acara Steve Clemons bahwa para pemimpin AS menolak menghadapi kenyataan bahwa kerajaan AS sedang mengalami presentasi. Di seluruh dunia, menambahkan, masyarakat “menginternalisasi secara mendalam” pelajaran dari ketidakmampuan AS mengalahkan Iran.
Masyarakat Amerika menjadi “sangat marah” atas situasi yang mereka alami, dimana 10 persen orang Amerika terkaya memiliki 80 persen saham perusahaan, sehingga menjadikan pasar saham “sama sekali tidak relevan” bagi masyarakat luas.





