Pemerkosa Santriwati Pati Ngumpet ke Wonogiri Saat Buron, Ngaku Sedang Ritual

Jakarta – Tersangka dugaan pemerkosaan terhadap puluhan santriwati di Pati, AS (51), bersembunyi di rumah warga dekat kompleks makam Raden Gunungsari, Desa Bakalan, Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, saat dikejar polisi. AS mengaku sedang menjalani spiritual.

Kepala Desa Bakalan, Sutanto, mengatakan AS datang dan bersembunyi di rumah salah warganya di dekat Gedong Giong, kompleks makam Raden Gunungsari, pada Rabu (6/5) pagi.

“Informasi dari warga yang menerima tamu, (AS) hari Rabu masuk Desa Bakalan. Naik ojek dari Kecamatan Purwantoro, jam 7 pagi. Di Bakalan ganti ojek untuk menuju puncak itu, jaraknya sekira 1 km dari permukiman warga yang ramai. (AS) menuju ke salah satu rumah warga, menginap di sana,” kata Sutanto, dilansir detikJateng, Kamis (7/5/2026).

Sutanto menjelaskan warganya tidak tahu AS merupakan buron polisi. Warga juga tidak mengenali AS. AS kemudian menumpang beristirahat di rumah warga dekat Gedong Giong.

Di sana AS diterima si pemilik rumah tanpa rasa curiga. Sebab, peziarah makam Raden Gunungsari sering beristirahat di sana.

“(Warga) tidak kenal. (AS) cuma numpang karena lokasi rumah berdekatan dengan makam. Rumahnya warga ini sering digunakan mampir peziarah, bukan juru kunci juga, rumahnya cuma dekat saja, jadi digunakan untuk mampir,” ucap Sutanto.

Kepada warga, AS mengaku sedang melakukan ritual. AS mengaku disuruh oleh gurunya untuk berziarah ke makam Raden Gunungsari.

“Ceritanya, yang bersangkutan mengaku disuruh gurunya berpuasa tiga tahun. Saat ini baru dapat tiga bulan, terus disuruh ke sini. Warga tidak curiga, tidak ada yang tahu. Tempatnya itu juga jauh dari permukiman. Memang biasa datang orang luar kota yang berziarah, jadi tidak ada yang curiga,” kata Sutanto.

Baca selengkapnya di sini. (eva/idh)

  • Related Posts

    Pantai Gading membubarkan lembaga pemilu di tengah kritik

    Badan baru yang belum ditunjuk untuk mengawasi pemilu setelah komisi yang dibubarkan dikatakan tidak independen. Pemerintah Pantai Gading telah membentuk Komisi Pemilihan Umum Independen (CEI) setelah mendapat kritik dari pihak…

    Lampu Skywalk Kebayoran Padam, Warga Gunakan Senter Ponsel Saat Melintas

    Jakarta – Lampu penerangan di skywalk Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, padam. Sejumlah warga yang melintas menyalakan lampu ponsel untuk membantu penerangan. Salah seorang pengguna skywalk Kebayoran, Yulida, mengaku harus berjalan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *