Muktamar 2026 Akan Tentukan Ketua Umum PBNU yang Baru

SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan agenda pemilihan Ketua Umum PBNU akan menjadi salah satu pembahasan utama dalam Muktamar mendatang. Forum tertinggi organisasi itu juga akan memilih Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) yang bertugas menentukan Rais Aam.

“Ya salah satunya tentu di situ akan dipilih Ketua Umum dan juga akan dipilih Ahwa yang akan memilih Rais Aam,” kata Gus Ipul saat ditemui di Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut dia, mekanisme pemilihan dalam muktamar masih terbuka untuk dibahas oleh peserta forum atau muktamirin. Ia mengatakan model pemilihan dapat saja tetap menggunakan pola sebelumnya ataupun mengalami perubahan, bergantung pada keputusan peserta muktamar. 

Gus Ipul mengatakan dinamika menuju Muktamar NU mulai menghangat, termasuk munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut berpeluang maju dalam bursa Ketua Umum PBNU. Namun ia enggan berspekulasi mengenai siapa kandidat terkuat yang akan mendapat dukungan mayoritas peserta. “Soal calon nanti kita lihat siapa yang dipilih oleh muktamirin,” kata dia.

Menanggapi pertanyaan mengenai peluang dirinya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, Gus Ipul memastikan tidak akan ikut dalam bursa pencalonan. Ia mengatakan telah berulang kali menyampaikan sikap tersebut karena menilai masih banyak tokoh lain yang lebih tepat memimpin organisasi itu. “Saya tidak mencalonkan diri,” kata dia. 

Meski belum ada deklarasi resmi, Gus Ipul mengakui sejumlah nama calon mulai bermunculan menjelang pelaksanaan muktamar. Ia memperkirakan peta persaingan bakal semakin terlihat dalam beberapa pekan ke depan. “Ada beberapa nama, ada beberapa sudah muncul. Kita tunggu saja,” ujar dia. 

PBNU menjadwalkan Muktamar ke-35 berlangsung pada 1 hingga 5 Agustus 2026. Gus Ipul mengatakan lokasi pelaksanaan hingga kini masih dibahas. Sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan beberapa wilayah di Jawa Timur disebut mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Menjelang muktamar, PBNU juga menyiapkan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU pada Juni 2026. Hasil dari dua forum tersebut akan menjadi bahan pembahasan dalam Muktamar ke-35 mendatang. Selain penyusunan materi, pengurus juga mulai melakukan pendataan peserta yang akan mengikuti forum tertinggi organisasi itu.

Di sisi lain, PBNU masih menuntaskan penerbitan surat keputusan kepengurusan wilayah dan cabang yang sempat tertunda akibat dinamika internal organisasi. Gus Ipul memastikan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme organisasi dan membantah kabar adanya penundaan penandatanganan surat keputusan di sejumlah daerah.

  • Related Posts

    Trump menetapkan batas waktu 4 Juli untuk keputusan kenaikan tarif UE

    Trump mengklaim dia mendapat ‘panggilan bagus’ dari Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengenai tarif yang akan datang. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia memberi Uni Eropa waktu…

    Senator menekan militer AS atas kampanye pengungsian Israel di Lebanon

    Dalam suratnya kepada komandan CENTCOM, 12 anggota Partai Demokrat mengajukan pertanyaan tentang kemungkinan peran AS di ‘zona pengiriman massal’ Israel. Partai Demokrat di Senat AS telah mengajukan pertanyaan mengenai potensi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *