Prabowo Akan Nyanyikan Lagu Internasionale bersama Buruh di May Day 2026

PRESIDEN Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan, Presiden Prabowo Subianto diagendakan hadir dalam perayaan May Day 2026 di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, lusa mendatang.

Pada kehadirannya itu, kata dia, Prabowo akan menyampaikan pidato kenegaraan diselingi menyanyikan lagu-lagu kebangsaan bersama para pimpinan konfederasi serikat pekerja.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Beliau akan menyanyikan lagu perjuangan internasionale,” kata Andi dalam konferensi pers Perayaan May Day 2026, Rabu, 29 April 2026.

Selain menyanyikan lagu internasionale, dia melanjutkan, Presiden juga akan memberikan kejutan bagi para serikat pekerja dalam perayaan May Day 2026.

Namun, ia tak merinci apa saja yang ajan menjadi kejutan tersebut. Alasannya, kejutan akan disampaikan langsung oleh Kepala Negara.

“Kaitannya dengan ojek online, ratifikasi ILO, dan kebijakan kesejahteraan buruh,” ujar dia.

Adapun, pada May Day 2025, Kepala Negara juga turut menyanyikan lagu internasionale. Kala itu, dengan mengepalkan tangan, Prabowo melantunkan lagu internasionale di hadapan ratusan ribu pekerja.

Dalam sejarahnya, lagu internasionale dibuat oleh seorang pekerja bernama Eugene Pottier pada 30 Juni 1971 atau setelah hancurnya Komune Paris.

Andrew Hussey dalam buku “Paris: The Secret History” mengatakan,  lagu internasionale mulanya dibuat Pottier dalam pelarian. Syair lagu ini ditujukan sebagai gambaran pengalaman perjuangan pekerja.

Sepeninggal Pottier, lagu internasionale kemudian diterjemahkan ke beberapa bahasa, khususnya negara-negara berpaham sosialis dan komunis seperti Tiongkok, Uni Soviet, Korea, dan Vietnam.

Di Indonesia lagu internasionale pertama kali dikenal pada 1920. Saat itu seorang bernama Suwardi Suryaningrat menyadur syair internasionale dari bahasa Belanda ke bahasa Melayu.

Saduran yang berisi tiga bait syair itu dituangkan Suwardi dalam surat kabar milik Sarekat Islam, Sinar Hindia Nomor 87 bertarikh 5 Mei 1920.

Hingga saat ini, lagu internasionale selalu digemakan dalam peringatan Hari Buruh Internasional, salah satunya di Indonesia.

  • Related Posts

    Brak! Lansia Ini Tertimpa Reruntuhan Plafon Usai Ketiduran Saat Rumah Terbakar

    Polman – Seorang kakek bernama Abd Kadir (70) tertimpa reruntuhan plafon saat rumahnya terbakar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Korban ternyata terlelap tidur saat api melalap rumahnya. “Korban…

    Ribuan orang melakukan protes saat Trump dan para pemimpin dunia lainnya akan bertemu di KTT G7

    Para aktivis berkumpul di Jenewa untuk mengecam kebijakan negara-negara G7 menyambut pertemuan tahunan kelompok minggu ini di Perancis. Ribuan pengunjuk rasa telah berkumpul di Jenewa menjelang minggu ini KTT Kelompok…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *