UNICEF 'marah' setelah pasukan Israel membunuh pengemudi truk udara di Gaza

Dana Anak-Anak PBB diturunkan kepada pemerintah Israel untuk menyelidiki dan ‘memastikan akuntabilitas penuh’.

Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengatakan mereka “marah” setelah Israel membunuh dua pengemudi yang dikontrak untuk mengirimkan air bersih kepada keluarga-keluarga di Gaza.

UNICEF mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kejadian tersebut terjadi saat pengangkutan udara rutin pada hari Jumat pagi di titik pengisian udara Mansoura di Gaza utara, yang memasok udara ke Kota Gaza. Dua orang lainnya ‌terluka dalam serangan itu.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 3 barang

daftar akhir

Badan tersebut mengatakan telah menghentikan aktivitas di lokasi tersebut dan meminta pihak berwenang Israel untuk menyelidiki dan “memastikan akuntabilitas penuh”.

“Pekerjaan kemanusiaan, penyedia layanan penting, dan infrastruktur sipil, termasuk fasilitas udara penting, tidak boleh menjadi sasaran,” katanya.

Dia dikatakan bahwa “perlindungan warga sipil dan mereka yang memberikan bantuan penyelamatan merupakan jiwa kewajiban berdasarkan hukum humaniter internasional”.

Lebih dari 750 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel sejak “gencatan senjata” yang ditengahi AS dan Qatar mulai berlaku Oktober lalu, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Lebih dari 72.000 orang telah dihalangi sejak Israel melancarkan perang genosida terhadap warga Palestina di Gaza pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan pimpinan Hamas di Israel selatan.

Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, seorang pria Palestina ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel di Khirbet Salama, kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan.

Muhammad Ahmad Suwaiti, 25, dinyatakan meninggal di tempat kejadian, kata WAFA.

Militer Israel mengatakan seseorang yang membawa pisau di pemukiman ilegal Negohot dibunuh. Tidak disebutkan siapa yang bertanggung jawab.

Menggunakan istilah alkitabiah untuk Tepi Barat, militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “seorang teroris yang menyusup ke komunitas Negohot di Yudea dan Samaria telah diidentifikasi dan dilenyapkan dalam respon yang cepat”.

Pasukan dan pemukim Israel telah membunuh lebih dari 1.060 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

  • Related Posts

    Mendikti Buka Suara soal Grup Chat Mesum FHUI hingga Pelecehan Guru Besar

    Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto buka suara terkait sejumlah kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus dalam beberapa waktu terakhir. Brian mengatakan kampus…

    6 Fakta Heli Jatuh di Kalbar Tewaskan 8 Orang, Termasuk Warga Malaysia

    Jakarta – Helikopter PK-CFX yang dioperasikan PT Matthew Air Nusantara jatuh di kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Berikut fakta mengenai peristiwa yang menewaskan delapan orang, termasuk…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *