Jembatan di Rumpin Bogor Ambruk, Warga Bantaran Sungai Diimbau Waspada

Jakarta

Hujan deras yang terjadi sejak kemarin membuat debet air sungai di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, meningkat. Akibatnya, jembatan penghubung desa ambruk.

“Jembatan tersebut ambruk akibat derasnya arus sungai akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir,” kata Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade), Kamis (16/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia turut meninjau lokasi ambruknya jembatan tersebut. Menurutnya, akses dan aktivitas warga di sana terganggu akibat jembatan ambruk tersebut.

Selain itu, dia juga menyampaikan rasaprihatinnya terhadap warga yang tinggal di bantaran sungai. Jaro Ade mengimnbau warga untuk sementara tidak menempati rumahnya.

“Pemkab Bogor turut prihatin atas musibah ini. Kami menghimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk sementara tidak menempati rumahnya, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Jembatan tersebut merupakan akses yang viral bagi mobilitas masyarakat setempat. Terutama untuk menunjang aktivitas perekonomian desa.

“Oleh karena itu, Pemkab Bogor akan segera mengambil langkah cepat, baik melalui penanganan darurat maupun perencanaan pembangunan kembali jembatan tersebut,” jelasnya.

“Kami akan melakukan langkah cepat agar akses masyarakat bisa segera pulih, baik dengan penanganan darurat maupun perencanaan pembangunan jembatan secara permanen,” tambah Jaro Ade.

(rdh/lir)

  • Related Posts

    Patroli Jaga Jakarta, Polda Metro Bubarkan Tawuran-Balap Liar di Jaktim

    Jakarta – Tim gabungan Brimob Polda Metro Jaya dan Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur melakukan patroli rutin yang ditingkatkan di sejumlah kawasan rawan. Dalam kegiatan yang digelar pada Selasa…

    8 Balita di Tangerang Terjangkit HIV, Faktor karena Orang Tua

    Tangerang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, mencatat sejak Januari hingga April 2026 ada 203 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan delapan kasus diantaranya diderita oleh balita. Dinkes…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *