Air Mata Habib Aboe Bakar saat Minta Maaf ke Ulama Madura

Jakarta

Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta maaf kepada seluruh ulama di Madura buntut pernyataannya soal narkoba. Sambil menitikkan air mata, ia menyesal dan bertanggung jawab atas pernyataanya tersebut.

Pernyataan Aboe Bakar yang ramai terkait narkoba itu disampaikannya di Madura saat rapat dengan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto. Rapat tersebut digelar pada Selasa (7/4) yang lalu.

Aboe Bakar awalnya bicara terkait pentingnya sinergi antara BNN hingga Pemda dalam memerangi narkoba. Menurutnya, tanpa sinergi, pemberantasan narkoba tidak akan optimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami juga menegaskan pentingnya sinergi antara BNN, Polri, dan Pemerintah Daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba. Tanpa kolaborasi yang solid, upaya kita tidak akan mencapai hasil yang optima,” kata Aboe Bakar saat rapat.

Aboe Bakar lalu mencontohkan temuan di Madura. Ia meminta dugaan keterlibatan ulama hingga pesantren di Madura terkait narkotika dicek kebenarannya.

“Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit,” ucap dia.

Aboe Bakar menyebut keuntungan dari permainan itu besar. Ia juga mengaku khawatir atas temuan tersebut.

“Nah, saya khawatir yang bermain-main ini, ya maaf ya, saya, kita tidak tendensius, saya khawatir yang bermain ya yang punya posisi-posisi, Pak. Karena ini, atau pebisnis-pebisnis besar,” tutur dia.

Ia juga meminta penegak hukum memperhatikan daerah-daerah perbatasan hingga pinggiran laut. Dia menyebut daerah-daerah itu jadi pusat perjalanan narkotika.

“Kita harus pikirkan itu daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah pinggiran laut, dan sebagainya. Saya nggak sebutkan lah di mana-dimananya. Itu pasti menjadi pusat perjalanan barang-barang tersebut, ya,” tuturnya.

Dipanggil MKD DPR dan Minta Maaf

Aboe Bakar memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), di Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Politikus PKS ini tampak mengenakan setelan jas hitam dengan peci berwarna senada saat tiba di MKD.

Tak banyak bicara, ia hanya memberikan salam dan harap proses pemanggilannya berjalan lancar.

“Assalamualaikum. Insyallah lancar semua ya,” katanya saat tiba di MKD.

Usai dipanggil MKD, Aboe Bakar menyampaikan permintaan maaf kepada para ulama Madura sambil menitikkan air mata. Habib Aboe mengaku salah atas penyampaiannya yang menggeneralisasi ulama di Madura.

“Saudara kawan-kawan media dan saudara-saudara saya yang tercinta. Mulai dari Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan. Warga Madura, ulama-ulama, tokoh-tokoh masyarakat semua. Saya harus mengatakan saya minta maaf,” kata Aboe Bakar.

“Minta maaf yang dalam karena, menurut saya, memang bahasa saya terlalu globalisir dan salah. Sekali lagi saya minta maaf. Hari ini saya dipanggil MKD memberikan keterangan sehubungan dengan potongan video pernyataan saya dalam rapat kerja bersama BNN,” lanjutnya.

Habib Aboe Bakar Alhabsyi usai memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di DPR. Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).Habib Aboe Bakar Alhabsyi usai memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di DPR. Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Foto: Dwi Rahmawati/detikcom).

Aboe Bakar mengaku tak berniat menyudutkan ulama dan pesantren. Ia mengatakan pernyataan di rapat dalam bentuk keprihatinan atas peredaran narkoba di RI.

“Saya memahami bahwa narasi yang berkembang dapat menimbulkan persepsi-persepsi seolah-olah saya menyudutkan ulama dan pesantren. Untuk itu, saya menegaskan sekali, tidak ada niat sedikit pun, tidak ada niat sedikit pun saya untuk menghina, menyudutkan para ulama, nggak ada,” ungkapnya.

“Itu guru-guru yang saya cintai semua. Dan saya hormati dan saya hargai. Kedua, perlu saya jelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks keprihatinan. Agar BNN, lembaga narkoba untuk membantu agar tidak masuk ke wilayah-wilayah pesantren dan masyarakat,” sambung Aboe Bakar.

Aboe Bakar mengatakan persoalan ini menjadi pembelajaran yang berharga baginya. Ia mengaku akan menjaga etika sebagai anggota DPR RI.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih berbaik hati dalam menyampaikan, lebih berhati-hati, maksud saya, dalam menyampaikan pandangan di ruang publik. Saya berkomitmen untuk terus menjaga etika, kehormatan, dan marwah sebagai anggota Dewan Perwakilan Republik Indonesia,” imbuh Aboe.

Lihat Video ‘Habib Aboe Bakar Akui Salah, Minta Maaf ke Warga dan Ulama Madura’:

(eva/aik)

  • Related Posts

    Bina Marga DKI Ganti Tiang Optik yang Roboh di Tamansari Jakbar

    Jakarta – Tiang kabel optik di Jalan Mangga Besar Raya, Tamansari, Jakarta Barat (Jakbar), roboh usai tak sanggup menahan kabel yang menumpuk. Dinas Bina Marga DKI Jakarta merapikan kabel utilitas…

    Wanita kelima menuduh mantan anggota parlemen AS Eric Swalwell melakukan pelanggaran seksual

    Perwakilan Partai Demokrat dari California telah mengundurkan diri dari kursinya di Kongres karena berbagai tuduhan pelanggaran seksual. Perwakilan Demokrat Eric Swalwell telah membatalkan diri dari Kongres Amerika Serikat, di tengah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *