Perang di Timur Tengah melancarkan krisis ekonomi di Pakistan.
Segera setelah perang antara AS, Israel, dan Iran dimulai, dampak buruknya terlihat jelas.
Pakistan menonjol sebagai salah satu negara yang harus membayar mahal.
Negara ini sangat bergantung pada pasokan energi dari Teluk.
Dan dengan diblokirnya Selat Hormuz, pemerintah menaikkan harga bahan bakar dua kali dalam sebulan.
Kenaikan tersebut memicu protes massal, dan masyarakat marah terhadap keputusan pemerintah yang menanggung beban biaya yang lebih tinggi.
Mengapa Pakistan lebih rentan terhadap krisis saat ini dibandingkan negara lain?
Pembawa acara: Rishaad Salamat
Tamu:
Kaiser Bengali – Ekonom dan mantan kepala Unit Reformasi Kebijakan Ketua Menteri Balochistan
Michael Kugelman – Rekan senior untuk Asia Selatan di Dewan Atlantik
Ali Salman – Pendiri dan CEO Lembaga Penelitian Kebijakan Ekonomi Pasar






