Banjir Rendam 16 Desa di Grobogan Jateng, 3.176 Keluarga Terdampak

Jakarta

Banjir melanda 16 desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat banjir yang melanda daerah itu mengakibatkan 3.176 keluarga terdampak serta 11 rumah mengalami kerusakan ringan.

“Banjir yang terjadi di 16 desa pada Kamis (2/4) malam tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, Tegowanu, dan Purwodadi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Wahyu Tri Darmawanto di Grobogan dilansir kantor berita Antara, Sabtu (4/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengungkapkan, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai kiriman air dari Sungai Tuntang dan Sungai Serang. Kondisi tersebut, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga di beberapa wilayah.

Ia menjelaskan, wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar berada di Kecamatan Kedungjati dengan total 2.102 KK (kepala keluarga). Banjir di wilayah ini menggenangi sembilan desa, yakni Desa Wates, Kalimaro, Jumo, Padas, Deras, Klitikan, Ngombak, Kedungjati, dan Kentengsari. Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan berkisar antara 10 hingga 50 centimeter (cm).

“Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan 11 rumah mengalami kerusakan ringan, terutama di Desa Ngombak dan Desa Kedungjati,” ujarnya.

Di Kecamatan Gubug, banjir merendam dua desa, yakni Penadaran dan Ringinharjo, dengan total 814 keluarga terdampak. Air setinggi 20 hingga 60 cm sempat menggenangi permukiman warga di sejumlah dusun.

Sementara itu, di Kecamatan Tegowanu, banjir merendam sekitar 200 rumah di Desa Sukorejo dan Tanggirejo. Genangan air juga sempat mengganggu aktivitas belajar di SD Negeri 2 Sukorejo yang turut terdampak banjir.

Di Kecamatan Tanggungharjo, luapan Sungai Kliteh menyebabkan banjir di Desa Sugihmanik yang berdampak pada 60 keluarga. Selain itu, genangan air juga sempat menghambat arus lalu lintas di ruas jalan Gubug-Kedungjati di wilayah Desa Mrisi.

Sedangkan di Kecamatan Purwodadi, genangan air terjadi di ruas jalan Danyang-Pengkol di Desa Candisari sepanjang sekitar 100 meter dengan ketinggian air sekitar 20-25 cm.

“Sebagian besar genangan air telah surut sehingga warga mulai kembali beraktivitas. Namun masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih dapat terjadi,” ujarnya.

(whn/whn)

  • Related Posts

    Momen Prabowo Naik Maung Hadiri Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Prabowo hadir dalam forum internasional itu menggunakan mobil Maung Garuda. Dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden,…

    Mimpi Aldi Bersama Istri dan Anak Merantau Kandas Usai Bus ALS Terbakar

    Jakarta – Suasana haru menyelimuti keluarga korban kecelakaan bus ALS yang menabrak truk tangki minyak di Sumatera Selatan, di posko RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Salah satu keluarga korban, Hambali…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *