Kuba tidak sendirian, kata wakil Menlu ketika ancaman AS semakin meningkat

Wakil Menteri Luar Negeri Kuba mengatakan negara kepulauan itu akan menolak tekanan AS seiring dengan semakin ketatnya sanksi, pemadaman listrik terus berlanjut, dan ketegangan meningkat.

Kuba menghadapi pemadaman listrik yang meluas karena sanksi Amerika Serikat yang membatasi pasokan bahan bakar, sehingga melemahkan sistem energi dan perekonomian negara tersebut.

Dalam episode Talk to Al Jazeera kali ini, Wakil Menteri Luar Negeri Josefina Vidal Ferreiro membela posisi Kuba, menolak tekanan AS, dan peringatan terhadap konsekuensi kemanusiaan yang semakin besar. Dia juga menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa Kuba dapat menjadi target berikutnya setelah Iran.

Ketika ketegangan meningkat, Vidal menyatakan bahwa Kuba akan menolak sambil melakukan dialog, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana konfrontasi ini bisa terjadi.

  • Related Posts

    Bagaimana keterlibatan Houthi dalam perang ini?

    Cerita Dalam Kelompok Yaman telah meluncurkan rudal ke Israel untuk mendukung Iran. Mereka mengancam akan ikut perang sejak perang dimulai sebulan yang lalu. Kini, Ansar Allah Yaman, yang juga dikenal…

    Negara-negara Eropa mengkritik rencana hukuman mati Israel

    Perancis, Jerman, Italia dan Inggris menampilkan ‘karakter de facto yang diskriminatif dalam RUU tersebut.’ Negara-negara Eropa telah menyatakan “keprihatinan mendalam” atas rencana Israel untuk memperluas penerapannya hukuman mati dalam rancangan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *