Bisakah AI dalam operasi militer benar-benar etis?

Kami mengkaji kekhawatiran mengenai peran AI dalam operasi militer dan tantangan etika yang lebih luas yang dihadapi perusahaan teknologi.

Di tengah meningkatnya reaksi terhadap ChatGPT dan OpenAI, termasuk kampanye media sosial yang mencakup boikot, kami memeriksa apakah apa yang disebut “alternatif etis” benar-benar sesuai dengan klaim mereka. Kami juga menjajaki inisiatif-inisiatif baru yang berupaya menantang dominasi Big Tech dan mengembangkan sistem AI yang lebih akuntabel.

Pembawa acara: Stefanie Dekker

Tamu:

Aya Jaff – Kritikus dan penulis teknologi

Said Chihabi – Salah satu pendiri Thaura.AI

Hani Chihabi – Salah satu pendiri Thaura.AI

  • Related Posts

    SMAN 2 Katingan Kuala Raih Juara 1 LCC Empat Pilar MPR Provinsi Kalteng

    Jakarta – SMA Negeri 2 Katingan Kuala berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026. Kemenangan tersebut mengantarkan sekolah asal…

    Ketua BEM UI: Kenapa Polisi Paksa Kami Demo di DPR?

    Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI merespons pernyataan Kapolres Metro Jakarta Pusat yang mengatakan belum menerima pemberitahuan resmi aksi Menuju Indonesia Bangkrut di Bundaran HI, Jakarta Pusat, 12…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *