Bisakah AI dalam operasi militer benar-benar etis?

Kami mengkaji kekhawatiran mengenai peran AI dalam operasi militer dan tantangan etika yang lebih luas yang dihadapi perusahaan teknologi.

Di tengah meningkatnya reaksi terhadap ChatGPT dan OpenAI, termasuk kampanye media sosial yang mencakup boikot, kami memeriksa apakah apa yang disebut “alternatif etis” benar-benar sesuai dengan klaim mereka. Kami juga menjajaki inisiatif-inisiatif baru yang berupaya menantang dominasi Big Tech dan mengembangkan sistem AI yang lebih akuntabel.

Pembawa acara: Stefanie Dekker

Tamu:

Aya Jaff – Kritikus dan penulis teknologi

Said Chihabi – Salah satu pendiri Thaura.AI

Hani Chihabi – Salah satu pendiri Thaura.AI

  • Related Posts

    KPK Periksa Gus Alex Sebagai Tersangka Kuota Haji Pekan Depan

    Jakarta – KPK telah menahan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), tersangka kasus korupsi kuota haji 2023-2024. KPK akan memanggil Stafsus Yaqut, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus…

    JK Nilai Indonesia Tak Masalah Keluar dari Board of Peace

    MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai Indonesia tidak masalah keluar dari Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca Donald…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *