Siapa yang menang dan kalah dalam krisis energi global?

Ketika harga minyak melonjak, beberapa negara mendapat keuntungan sementara yang lain menghadapi kenaikan biaya.

Perang di Timur Tengah menampilkan betapa besarnya ketergantungan dunia pada beberapa titik strategi.

Selat Hormuz – jalur air sempit di Teluk – ditutup.

Semakin lama hal ini berlangsung, semakin cepat peta energi global dapat terbentuk kembali.

Mulai dari Eropa hingga Asia, banyak negara menghadapi peningkatan risiko pasokan dan ancaman guncangan inflasi.

Jika konflik antara AS, Israel, dan Iran berlarut-larut, maka alternatif lain akan sulit ditemukan.

Namun, Rusia tampaknya akan menjadi penerima manfaat terbesar, dengan melonjaknya harga-harga yang memenuhi keuangan Moskow meskipun ada sanksi dari Barat.

  • Related Posts

    2 Bandar Tembakau Sinte di Bogor Diringkus, Kerap Berjualan Sistem Tempel

    Jakarta – Polisi menangkap bandar tembakau sintetis (sinte) berinisial FF (24) dan R (23) di Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Keduanya kerap beroperasi di wilayah Cileungsi dan sekitarnya.…

    Remaja di Surabaya Dikeroyok hingga Tewas gegara Sandal

    Jakarta – Remaja berusia 19 tahun, Thomas Julius Kristianto (19) menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang temannya. Korban dikeroyok hingga tewas. Dilansir detikJatim, Sabtu (13/6/2026), empat pelaku berinisial CJF, AAY,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *