Siapa yang menang dan kalah dalam krisis energi global?

Ketika harga minyak melonjak, beberapa negara mendapat keuntungan sementara yang lain menghadapi kenaikan biaya.

Perang di Timur Tengah menampilkan betapa besarnya ketergantungan dunia pada beberapa titik strategi.

Selat Hormuz – jalur air sempit di Teluk – ditutup.

Semakin lama hal ini berlangsung, semakin cepat peta energi global dapat terbentuk kembali.

Mulai dari Eropa hingga Asia, banyak negara menghadapi peningkatan risiko pasokan dan ancaman guncangan inflasi.

Jika konflik antara AS, Israel, dan Iran berlarut-larut, maka alternatif lain akan sulit ditemukan.

Namun, Rusia tampaknya akan menjadi penerima manfaat terbesar, dengan melonjaknya harga-harga yang memenuhi keuangan Moskow meskipun ada sanksi dari Barat.

  • Related Posts

    Rismon Sianipar Menemui Jokowi untuk Meminta Maaf

    SALAH satu tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo sempat mengajukan restorative justice, Rismon Sianipar, mendatangi kediaman mantan presiden pada Kamis sore 12 Maret 2026. Kedatangan Rismon untuk meminta maaf.   “Ya tentu ya (minta maaf…

    Selat Hormuz Terganggu, Eddy Soeparno Tekankan Urgensi Ketahanan Energi

    Jakarta – Konflik Iran – Israel dan AS berdampak pada penutupan Selat Hormuz yang memasok 20 persen suplai minyak mentah dunia. Bagi Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *