Sederet Fakta Longsor Sampah di Bantargebang

GUNUNGAN sampah di zona 4A Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Bekasi mengalami longsor pada Ahad, 8 Maret 2026. Kejadian ini diduga dipicu oleh hujan ekstrem dengan curah mencapai 264 milimeter per hari yang mengguyur kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Material longsoran sampah Bantargebang itu menutup jalan operasional dan aliran Sungai Ciketing sepanjang sekitar 40 meter. Selain itu, longsoran sampah Bantargebang ini memakan korban. Berikut Tempo merangkum sejumlah fakta peristiwa tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

1. Korban Meninggal Sebanyak 7 Orang

Kantor SAR mencatat total korban jiwa dan luka-luka dalam peristiwa longsor sampah Bantargebang mencapai 13 orang. Tujuh orang di antaranya meninggal dan enam lainnya ditemukan dalam keadaan selamat.

“Dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang, maka operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan ditutup,” kata Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari dalam keterangannya, Selasa, 10 Maret 2026.

Korban meninggal terdiri dari dua orang pemilik warung di sekitar area bernama Enda Widayanti dan Sumine, dua orang sopir truk bernama Dedi Sutrisno dan Irwan, serta tiga warga bernama Jussova Situmorang, Hardianto, dan Riki Supriadi. Sedangkan enam korban selamat yaitu Budiman, Johan, Safifudin, Dofir, Ato, dan Slamet.

Adapun operasi pencarian dan pertolongan ini melibatkan 336 personel gabungan. Belasan unit ekskavator juga dikerahkan untuk mencari serta mengevakuasi para korban yang tertimbun longsoran sampah.

2. Pengiriman Sampah ke Bantargebang Dibatasi

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan pengiriman sampah dari wilayahnya ke TPST Bantargebang akan mulai dibatasi usai peristiwa longsor di zona 4A. Menurut dia, langkah ini diambil karena daya tampung di Bantargebang sudah terbatas.

“Sambil menunggu zona 4A dipulihkan, sementara ini pengiriman sampah akan dialihkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara,” ujarnya pada Selasa, 10 Maret 2026.

Selain itu, politikus PDI Perjuangan ini memutuskan agar Sungai Ciketing segera dinormalisasi. Dia mengatakan sungai itu sempat tertutup material longsoran sampah yang menyebabkan terjadinya gangguan aliran air dan akses jalan di sekitar area.

“Normalisasi sungai manfaatnya sangat besar bagi warga, karena jika aliran sungai tertutup akses jalan di sekitarnya juga ikut terhambat,” kata Pramono.

3. TPST Bantargebang Terima Kiriman Sampah Jakarta 7.400 Ton per Hari

Pengiriman sampah dari Jakarta yang diantar ke TPST Bantargebang mencapai 7.400 hingga 8.000 ton setiap harinya. Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan jajarannya bakal mendorong pemilihan sampah untuk mengurangi beban di Bantargebang.

Pemerintah Provinsi Jakarta, ujar dia, juga menyiapkan pengoperasian fasilitas berupa Refuse Derived Fuel atau RDF Rorotan di Jakarta Utara. Adapun fasilitas tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba dan persiapan operasional bersama para pakar sebelum difungsikan.

Menurut Pramono, pengoperasian RDF Rorotan nantinya ditargetkan dapat membantu mengurangi sekitar 1.000 sampai 1.500 ton sampah per hari yang dikirim dari Jakarta. “Saya berharap proses commissioning segera selesai sehingga fasilitas tersebut dapat beroperasi normal,” ucapnya.

4. Korban Longsoran Sampah Bantargebang Bakal Dapat Bantuan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto memastikan seluruh korban terdampak insiden longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang akan mendapat bantuan. Dia berujar korban yang menjadi petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang meninggal akibat insiden ini akan mendapat santunan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. 

Pemerintah daerah, kata dia, juga akan menanggung biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka-luka. “Selain itu santunan sosial juga akan diberikan kepada korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP,” kata dia dalam keterangannya pada Senin, 9 Maret 2026.

Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
  • Related Posts

    Titik Heli Jatuh di Kalbar Ditemukan, Kondisi 8 Penumpang Belum Diketahui

    Jakarta – Tim SAR gabungan baru menemukan serpihan awal di lokasi yang diduga titik jatuhnya helikopter PK-CFX di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Kondisi 8 orang kru dan…

    Mobil Ugal-ugalan Dicegat Bareskrim di Lampung, Ternyata Bawa 7 Kg Sabu

    Jakarta – Bareskrim Polri kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu. Dalam operasi kegiatan rutin yang ditingkatkan, polisi berhasil menggagalkan peredaran 7 kilogram sabu yang akan dikirim ke Tanjung Priok,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *