Iran tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA, kata menteri olahraga

Iran mengatakan ‘dalam keadaan apa pun’ mereka tidak akan berpartisipasi setelah serangan AS-Israel yang memenangkan pemimpin tertingginya.

Iran ⁠tidak bisa ⁠berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA setelah ⁠Amerika Serikat ditimbulkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, ‌kata Menteri Olahraga Ahmad Doyamali.

“Mengingat rezim yang korup ini [the US] telah ⁠membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun ⁠kami tidak dapat ⁠berpartisipasi dalam ⁠Piala Dunia,” kata menteri tersebut kepada televisi pemerintah pada hari Rabu.

AS akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia bersama Kanada dan Meksiko, namun semua pertandingan penyisihan grup Iran dialokasikan ke kota-kota di Amerika, termasuk Los Angeles dan Seattle.

AS dan Israel perang melawan Iranyang dimulai pada 28 Februari, telah menyebabkan 1.255 orang dan melukai lebih dari 12.000 orang dalam 12 hari pertama perang.

Teheran menanggapinya dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke Israel, beberapa pangkalan militer di Timur Tengah tempat pasukan AS beroperasi, dan infrastruktur di wilayah tersebut.

“Anak-anak kami tidak aman dan, pada dasarnya, tidak ada kondisi seperti itu untuk berpartisipasi,” kata Doyamali.

“Mengingat tindakan jahat ⁠yang mereka lakukan terhadap Iran, ⁠mereka telah memaksakan dua perang terhadap kami selama delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh dan menjadikan ribuan rakyat kami sebagai martir. Oleh karena itu, kami ⁠tentu saja tidak dapat menerima kehadiran seperti itu.”

Ini adalah pertama kalinya seorang pejabat pemerintah Iran berbicara tentang partisipasi negaranya dalam turnamen global tersebut sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap negara tersebut pada 28 Februari.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran menimbulkan keraguan mengenai keikutsertaan penyelenggara pada pekan lalu, namun tidak mengatakan tim akan memboikot turnamen tersebut.

“Setelah serangan ini [on Iran]kita tidak bisa mengharapkan Piala Dunia dengan penuh harapan,” kata Mehdi Taj, presiden Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI), pada 1 Maret.

“Jika Piala Dunia seperti ini, siapa yang waras yang akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti ini?” Taj bertanya di televisi pemerintah Iran.

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino ‌mengatakan partisipasi Iran di Piala Dunia adalah menyambut oleh Presiden AS Donald Trump, yang bertemu dan berdiskusi turnamen mendatang di tengah perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Infantino mengatakan pada hari Rabu bahwa Trump “menegaskan kembali bahwa tim Iran dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen tersebut”, yang akan diselenggarakan bersama oleh AS, Meksiko dan Kanada pada bulan Juni dan Juli.

Dalam pertemuan untuk membahas persiapan kompetisi tersebut, “kami juga berbicara tentang situasi terkini di Iran,” tulis Infantino, ketua badan sepak bola dunia, di Instagram.

“Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat,” tulisnya.

Iran adalah negara pertama yang kualifikasi Piala Dunia, yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli.

  • Related Posts

    Diduga Depresi karena Utang, Lansia di Bali Ditemukan Tewas Gatung Diri

    Jakarta – Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki pemikiran untuk menyakiti…

    Qatar mencetak gol telat melawan Swiss untuk mengamankan titik Piala Dunia pertama yang bersejarah

    Pemegang Piala Asia Qatar menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu untuk bermain imbang 1-1 dengan Swiss di laga pembuka Piala Dunia 2026. Boualem Khoukhi mencetak gol penyama melalui sundulan di…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *