Prabowo Ucapkan Belasungkawa Kematian Khamenei Lewat Surat

PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan ucapan belasungkawa atas kematian mendiang Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Prabowo mengutarakan kedukaannya lewat surat yang ditujukan untuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Prabowo menitipkan surat itu kepada Menteri Luar Negeri Sugiono. Sugiono kemudian menyerahkan ucapan belasungkawa Prabowo kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sugiono menemui Boroujerdi di Kantor Kementerian Luar Negeri pada Rabu, 4 Maret 2026. “Saya juga menyerahkan surat dari Presiden Prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian, yang menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Y.M. Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran,” kata Sugiono melalui sosial media Instagram @menluri.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Iran, Sugiono mendiskusikan perkembangan situasi terkini di wilayah Timur Tengah. Menurut politikus Partai Gerindra itu, dia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sugiono juga menekankan pentingnya upaya deeskalasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel saat berdiskusi dengan Boroujerdi. “Serta perlunya upaya de-eskalasi melalui diplomasi,” ucapnya.

Mendiang Ayatullah Ali Khamenei tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat. Media pemerintah Iran, Fars, mengkonfirmasi kabar itu seusai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei di Truth Social pada Ahad, 1 Maret 2026.

Selain Khamenei, menurut Fars, sejumlah anggota keluarganya tewas dalam serangan itu. Al Arabiya melaporkan, mengutip sumber-sumber terpercaya dalam keluarga pemimpin tertinggi, seorang putri, seorang menantu laki-laki, seorang cucu, dan seorang menantu perempuan Khamenei termasuk di antara korban tewas.

Khamenei, 86 tahun, menjadi penguasa tertinggi Iran sejak 1989 setelah kematian pendiri Republik Islam, Ruhollah Khomeini. Sebagai pemimpin tertinggi, Khamenei menjalankan kendali mutlak atas lembaga-lembaga politik, militer, dan keagamaan Iran, membentuk kebijakan dalam negeri dan membimbing hubungan luar negeri.

Jabatan pemimpin tertinggi Iran dibentuk setelah Revolusi 1979 dan diabadikan dalam konstitusi Iran, memberikan otoritas kepada ulama senior di atas presiden dan parlemen.

  • Related Posts

    Dua Pria Pengedar Narkoba Ditangkap di Jonggol Bogor, 1 Kg Ganja Disita

    Jakarta – Sebanyak dua orang diduga pengedar narkoba ditangkap di salah satu perumahan di Jonggol, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Polisi mengamankan barang bukti 1 kilogram ganja dan sabu dari penangkapan…

    Pramono Prihatin Soal Lagu 'Erika' ITB: Dulu Liriknya Nggak Begitu

    Jakarta – Gubernur DKI Jakarta yang juga mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, Pramono Anung, merespons soal lagu ‘Erika’ yang menuai sorotan karena bermuatan pelecehan. Pramono menyebut saat menjadi mahasiswa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *