Konflik Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Lindungi Keselamatan 58 Ribu Jemaah Umrah

INFO NASIONAL – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri mendorong pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi keselamatan sekitar 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia yang terdampak eskalasi konflik di Timur Tengah.

Penutupan wilayah udara di sejumlah kawasan pasca-meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat–Israel dan Iran menyebabkan penundaan penerbangan massal dan membuat jamaah tertahan di berbagai bandara. Menurut Abidin, kondisi tersebut memerlukan respons cepat dan terkoordinasi dari pemerintah guna memastikan keamanan serta kepastian logistik bagi para jemaah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Perhubungan harus melakukan koordinasi intensif untuk memetakan data jamaah yang terdampak, sekaligus memastikan penyediaan akomodasi darurat dan bantuan logistik,” ujar Abidin Fikri dalam keterangan tertulis pada Selasa, 3 Maret 2026.

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa keselamatan WNI, termasuk jemaah umrah, merupakan prioritas utama negara sebagaimana amanat konstitusi. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan skema mitigasi yang komprehensif apabila situasi keamanan di kawasan terus memburuk.

Ia juga mendorong agar pemerintah mengkaji kemungkinan pengalihan rute penerbangan alternatif serta menyiapkan skema evakuasi bertahap jika eskalasi konflik semakin membahayakan WNI di Arab Saudi dan wilayah sekitarnya. “Langkah antisipatif harus segera disiapkan. Jangan sampai jamaah berada dalam ketidakpastian terlalu lama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abidin menyampaikan bahwa Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal perkembangan situasi dan memastikan pemerintah menjalankan tanggung jawab perlindungan terhadap jamaah umrah secara maksimal. Pengawasan tersebut, kata dia, dilakukan untuk menjamin para jamaah dapat kembali ke tanah air dengan aman.

Ia juga mengimbau jemaah serta pihak travel penyelenggara umrah agar tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Kementerian Luar Negeri RI. “Pemerintah harus hadir penuh dan memastikan jamaah tidak terlantar. Keselamatan dan kepastian pemulangan mereka harus menjadi prioritas.” (*)

  • Related Posts

    Pentagon mengatakan akan meningkatkan tingkat ancaman terhadap mata-mata Israel menjadi 'kritis'

    Laporan Departemen Luar Negeri meningkatkan kekhawatiran tentang peningkatan aktivitas spionase di tengah perang AS-Israel dengan Iran dan perundingan gencatan senjata. Badan intelijen Pentagon telah menaikkan tingkat ancaman terhadap mata-mata Israel…

    Warga Tunisia memprotes kebebasan pers dan pembebasan tahanan politik

    Umpan Berita Ratusan orang melakukan unjuk rasa di ibu kota Tunisia menuntut kebebasan pers dan kebebasan tahanan politik yang ditahan selama tindakan keras Presiden Kais Saied terhadap perbedaan pendapat, yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *