KEMENTERIAN Dalam Negeri akan mengirim lagi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, untuk mempercepat pemulihan pasca-bencana Sumatera.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan kehadiran praja di wilayah terdampak bencana tersebut bukan hanya untuk membantu pemulihan pemerintahan, tetapi juga merekatkan dimensi kebangsaan. Ia mengatakan para praja dituntut mampu beradaptasi secara cepat dengan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Karena itu kami yakin, Pak Direktur, ini bukan saja misi kemanusiaan tetapi ini (juga) adalah misi kebangsaan,” kata Bima saat memimpin apel pelepasan pemulangan praja IPDN Gelombang II di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa, 3 Maret 2026.
Bima mengungkapkan pengiriman praja ke Aceh Tamiang belum berakhir. Ia menegaskan, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pemerintah akan mengirim praja IPDN Gelombang III untuk melanjutkan proses pemulihan yang telah dilakukan.
Bima menilai penugasan di Aceh Tamiang juga menjadi kawah candradimuka bagi para praja. Mereka ditempa secara langsung melalui berbagai persoalan di lapangan. “Fisik diuji, nyali diuji, kesabaran diuji, kemampuan komunikasi juga diuji, kemampuan toleransi juga diuji,” katanya.
Praja IPDN gelombang II tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, Jumat, 6 Februari lalu. Praja IPDN gelombang pertama menuntaskan pemulihan fasilitas publik di tengah kondisi keterbatasan air dan listrik. Sedangkan praja gelombang kedua melanjutkan pemulihan dengan kondisi tempat tinggal yang lebih layak di kompleks pemerintahan yang telah dibersihkan.
Pada awal Januari 2026, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melepas keberangkatan ratusan praja IPDN untuk membantu mempercepat pemulihan kawasan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Tito melepas ratusan praja IPDN di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Sabtu, 3 Januari 2026. Keberangkatan praja IPDN terbagi dalam tiga kloter dengan total 1.132 orang pada hari berbeda.
Kemendagri telah mengirim praja IPDN dan ASN dalam dua gelombang. Sebanyak 1.890 praja dan ASN Kemendagri dikirim ke Aceh Tamiang. 1.582 di antaranya merupakan praja IPDN. Selama bertugas, praja IPDN membersihkan dan memulihkan 37 kantor pemerintahan. Khusus Gelombang II, penugasan difokuskan pada pemulihan empat dusun yang terdampak lumpur.






