INFO TEMPO – DPRD DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam penguatan dan pemberdayaan masjid sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan dan memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat. Kepedulian bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diwujudkan melalui bantuan kepada rumah ibadah menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah tanpa membedakan latar belakang warga.
Momentum tersebut terlihat saat Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menyerahkan bantuan untuk Masjid Jami Assa’adah, Senin, 2 Maret 2026. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung sebagai bentuk penguatan fungsi masjid, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Khoirudin, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masjid agar dapat terus berkembang sebagai pusat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial dan pendidikan. “Saya datang ke sini sengaja untuk menyerahkan bantuan dari pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta,” ujar Khoirudin. Ia berharap, dukungan tersebut dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan mempererat kepercayaan warga kepada pemerintah. “Harapannya, semakin cinta warga sini kepada Pemerintah DKI Jakarta,” tuturnya.
Masjid Jami Assa’adah sendiri merupakan tempat ibadah bersejarah yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat sejak 1947 dan belum pernah menerima bantuan pemerintah. Di lingkungan masjid tersebut juga terdapat kegiatan pendidikan yang aktif berjalan. Karena itu, Khoirudin berharap bantuan yang diberikan dapat memperkuat sarana dan prasarana, serta mendukung aktivitas keagamaan dan pendidikan. “Harapan saya, bantuan bisa bermanfaat buat sekolah dan masjid,” ucapnya.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah beserta jajaran camat dan lurah. Iin menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Ketua DPRD DKI Jakarta. “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih Pak Ketua DPRD DKI Jakarta memberikan waktunya pada malam hari ini,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan tersebut mampu menambah dan memakmurkan berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial di Masjid Jami Assa’adah. Menurutnya, silaturahmi antara pemerintah dan DPRD juga menjadi sarana penting dalam membina kerukunan antarwarga. “Kita berharap bisa menambah, memakmurkan kegiatan yang ada di Masjid Jami Assa’adah,” kata Iin.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan menyentuh sejumlah lokasi lain di wilayah DKI Jakarta. Khoirudin menyebut, setidaknya ada 10 tempat yang akan dikunjungi sebagai bagian dari penguatan hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui langkah tersebut, masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan serta penguatan harmoni sosial demi mewujudkan Jakarta yang inklusif dan harmonis.(*)






