INFO TEMPO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendorong pemerataan fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ramah disabilitas di seluruh wilayah ibu kota. Fasilitas penunjang seperti ramp landai, lift yang berfungsi optimal, guiding block, pencahayaan memadai, serta pegangan tangan dinilai bukan sekadar pelengkap, melainkan wujud nyata keadilan sosial di ruang publik.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyampaikan apresiasinya atas peresmian revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah yang kini ramah disabilitas. JPO tersebut terhubung langsung dengan Halte TransJakarta MH. Thamrin dan diresmikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Senin, 2 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Yuke, keberadaan JPO Sarinah dapat menjadi standar pembangunan fasilitas umum di seluruh wilayah Jakarta. “Kita berharap di beberapa JPO lain atau di beberapa lokasi juga bisa dibuatkan seperti ini (ramah disabilitas),” ujarnya di JPO Sarinah, Jakarta Pusat.
Ia menegaskan, pengguna kursi roda dan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, serta anak-anak sangat membutuhkan fasilitas yang aman dan inklusif. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, JPO justru berpotensi menjadi penghalang, bukan solusi. Yuke juga mengingatkan pentingnya perawatan fasilitas, khususnya lift. “Kalau bisa lift-nya jangan cepat-cepat mati. Mereka sangat mengandalkan sekali lift tersebut,” tuturnya.
Selain aksesibilitas, aspek keamanan juga menjadi perhatian. Yuke memastikan JPO Sarinah telah dilengkapi standar keamanan seperti CCTV. Untuk wilayah lain, ia mendorong peningkatan pengawasan dengan melibatkan pengelola kawasan dan TransJakarta, termasuk penempatan petugas keamanan. “Segala sesuatu ini direncanakan dan dibuat dari anggaran masyarakat Jakarta. Jadi sebaiknya kita juga yang saling menjaga,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan JPO Sarinah telah melalui proses revitalisasi menyeluruh sebagai bagian dari upaya menghadirkan fasilitas umum yang inklusif. Ia mengungkapkan, JPO Sarinah merupakan jembatan penyeberangan pertama di Jakarta yang resmi beroperasi sejak 21 April 1968.
“Hari ini, Senin 2 Maret 2026, revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang Halte TransJakarta MH. Thamrin Sarinah, saya nyatakan diresmikan,” kata Pramono.
Ke depan, Pemprov DKI juga akan memperlebar pedestrian di kawasan Sarinah sekitar 2,6 meter pada Mei 2026, bersamaan dengan penataan ulang oleh MRT Jakarta. Penataan ini diharapkan membuat kawasan heritage Sarinah semakin nyaman dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan pemerataan fasilitas JPO ramah disabilitas, Jakarta tidak hanya membangun jembatan fisik, tetapi juga menjembatani kesenjangan akses. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan kota yang lebih manusiawi, aman, dan berkeadilan bagi semua.(*)






