Megawati Disambut Rektor saat Berkunjung ke Perpustakaan Princess Nourah Bint Abdulrahman University

INFO TEMPO – Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri tiba di Perpustakaan Pusat Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU), Arab Saudi pada Senin, 9 Februari 2026. Kedatangan Megawati di PNU dalam rangka menerima gelar doktor kehormatan atau Honoris Causa.

Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan itu disambut oleh Pelaksana Tugas Rektor PNU Fawziyah bint Suliman Al Amro. Megawati didampingi putranya M.Prananda Prabowo dan istri Nancy Prananda serta putri Megawati yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Megawati tiba di Kampus PNU sekitar pukul 10.15 waktu setempat. Ia dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Negara.

Penganugerahan tersebut akan menjadi gelar Doktor Honoris Causa ke-11 yang diterima Megawati. Sebelumnya, ia telah memperoleh 10 gelar doktor kehormatan serta tiga gelar profesor kehormatan dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Di perpustakaan, megawati bertemu dengan 11 mahasiswi Indonesia yang kuliah di PNU jurusan pendidikan Islam dan bahasa Arab.

Megawati memperkenalkan dirinya Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dia juga menanyakan apa langkah selanjutnya para mahasiswi usai selesai dari PNU. Setelah berbincang akrab, Megawati juga melakukan foto bersama dengan beberapa mahasiswi tersebut.

Rektor PNU kemudian mengajak Megawati untuk Tur Perpustakaan melihat manuscript hall, mesin penyimpanan buku, ruang baca. Megawati dan rombongan kemudian menuju Aula PNU di Gedung Administrasi PNU. (*)

  • Related Posts

    Pigai Klaim Penyusunan Draf RUU HAM telah Melibatkan Komnas HAM

    MENTERI Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengklaim penyusunan draf revisi Undang-Undang HAM melibatkan berbagai pihak. Tak terkecuali, kata dia, Komisi Nasional atau Komnas HAM. “Semua tahapan (penyusunan draf) kami libatkan…

    Bagi Gaza, kegembiraan Idul Fitri kini menjadi bentuk perlawanan

    Ini adalah Idul Adha ketiga berturut-turut yang saya habiskan di pengungsian, jauh dari rumah saya di Jabalia, di daerah yang telah ditetapkan sebagai “zona merah” di bawah kendali Israel. Selama…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *