Petinggi NasDem Tanggapi Kabar Pengunduran Diri Rusdi Masse

WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menanggapi kabar pengunduran diri kader senior Rusdi Masse dari partai. Dia mengatakan belum menerima surat pengunduran diri tersebut.

“Belum (terima surat pengunduran diri Rusdi Masse). Nanti saya cek dulu,” katanya ditemui di kompleks DPR/MPR, Jakarta pada Rabu, 21 Januari 2026.

Wakil Ketua DPR ini juga mengatakan belum mengetahui ihwal kabar bergabungnya Rusdi Masse ke Partai Solidaritas Indonesia. Menurut dia, hingga hari ini Rusdi Masse masih tercatat sebagai Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan.

Rusdi Masse, ujar dia, juga masih bertugas sebagai anggota DPR dari fraksi Partai NasDem. Adapun Rusdi Masse kini ditugaskan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR. Di komisi bidang hukum itu, ia menggantikan posisi Ahmad Sahroni yang dinonaktifkan partai.

Kabar bergabungnya Rusdi Masse ke PSI sempat mencuat kala partai pimpinan Kaesang Pangarep itu bersiap mengumumkan pelantikan pengurus DPP periode 2025-2030 pada 26 September, tahun lalu.

Ketika itu dua nama politikus NasDem yang diisukan berpindah haluan ke PSI ialah Rusdi Masse dan mantan Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali. Berbeda dengan Rusdi Masse, Ahmad Ali telah secara resmi bergabung dan menjadi pengurus di DPP PSI.

Ahmad Ali mengatakan Rusdi Masse sebetulnya turut diundang PSI dalam acara pelantikan yang digelar di Djakarta Theater tersebut. Namun dalam pelantikan tersebut, Rusdi Masse tak hadir.

Tempo berupaya mengkonfirmasi ke Rusdi Masse ihwal kabar pengunduran dirinya dari Partai NasDem. Namun hingga kini belum ada respons..

Francisca Christy Rosana berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    Pemerintah militer Myanmar menolak perundingan damai

    Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing dipilih oleh parlemen sebagai presiden awal bulan ini setelah pemilu dicemooh sebagai pemilu palsu. Pemerintah Myanmar yang didukung militer telah mengundang kelompok-kelompok yang berseberangan untuk…

    permohonan bantuan hukum pro-Palestina tetap tinggi pada tahun 2025 di tengah tekanan kampus AS

    Washington, DC – tuntutan dukungan hukum terkait advokasi pro-Palestina tetap tinggi di Amerika Serikat pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump mengancam aktivisme dan universitas dengan hukuman. Dalam laporan tahunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *