Pria di Bandung Tewas Dihajar Kakak Ipar Perkara Nafkah Anak

Jakarta

Pria berinisial DSH (25) menjadi korban penganiayaan di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Korban sempat dirawat di rumah sakit hingga meninggal dunia.

Dilansir detikJabar, pelaku berinisial GK (29) melakukan aksi penganiayaan tersebut di Kampung Cibisoro, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, pada Jumat (16/1).

“Benar kejadiannya sekitar Jumat 16 Januari 2026 pukul 19.00 WIB di Kampung Cibisoro,” kata Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia, kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa bermula saat mantan istri korban mendatangi DSH untuk meminta nafkah anak buat keperluan membeli susu anak korban. Namun, DSH menolak memberikan uang.

“Namun si korban menolak memberikan uang, tapi korban malah bilang ‘embung ah urang mah geus teu ngaku budak eta. (Tidak mau, saya sudah tidak mau mengakui anak itu). Kemudian mantan istri korban mengadu ke kakaknya yang berinisial GK,” ucapnya.

Pelaku GK geram mendengar pengakuan adiknya dan langsung mendatangi korban bermaksud mengonfirmasi hal tersebut. Setelah mendatangi korban, jawaban DSH tetap tidak mengakui anak yang dilahirkan mantan istrinya. Mendengar pengakuan DSH, GK langsung memukulnya berkali-kali hingga terjatuh.

Penganiayaan berhenti usai dilerai warga di lokasi. Korban pun dibawa ke klinik dan langsung diperbolehkan pulang. Namun, kondisi korban semakin memburuk hingga mengalami muntah-muntah dan segera dirujuk ke RS Welas Asih. Setelah dirawat beberapa jam, korban dinyatakan meninggal dunia Sabtu (17/1) malam.

Simak selengkapnya di sini.

(fas/idn)

  • Related Posts

    Pemerintah militer Myanmar menolak perundingan damai

    Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing dipilih oleh parlemen sebagai presiden awal bulan ini setelah pemilu dicemooh sebagai pemilu palsu. Pemerintah Myanmar yang didukung militer telah mengundang kelompok-kelompok yang berseberangan untuk…

    permohonan bantuan hukum pro-Palestina tetap tinggi pada tahun 2025 di tengah tekanan kampus AS

    Washington, DC – tuntutan dukungan hukum terkait advokasi pro-Palestina tetap tinggi di Amerika Serikat pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump mengancam aktivisme dan universitas dengan hukuman. Dalam laporan tahunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *