Guru Besar UPI Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo di Istana

GURU Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan mengungkapkan isi pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada hari ini, Kamis, 15 Januari 2025. Cecep merupakan satu dari ratusan guru besar dari seluruh Indonesia yang diundang Prabowo untuk berkumpul di Istana Kepresidenan Jakarta. 

Cecep datang bersama tiga guru besar UPI lainnya. Ia bercerita pertemuan dengan kepala negara berlangsung mulai pukul 09.00-12.00 WIB. Selama tiga jam itu, Prabowo menyampaikan berbagai hal mengenai tantangan dan peluang bangsa Indonesia ke depan. 

Prabowo kemudian meminta perguruan tinggi dan para akademikus untuk membantu pemerintahan mengubah cara berpikir bangsa. “Jadi kita diminta untuk berbuat secara optimistis bagaimana mengubah mindset tentang Indonesia,” kata Cecep kepada Tempo pada Kamis, 15 Januari 2025. 

Dalam persamuhan tersebut, Prabowo juga memamerkan keberhasilan pemerintah merampas ratusan triliun dan 4 juta hektare lahan sawit dari para pengusaha ilegal. Prabowo kemudian menjanjikan sebagian dari uang rampasan itu akan dimanfaatkan untuk mendukung program pendidikan. “Konkretnya sih dana riset kamu akan ditambah,” ucap dia.

Profesor ilmu politik itu menyatakan diskusi berlangsung satu arah. Para profesor dari pelbagai perguruan tinggi tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi. Namun Prabowo menjanjikan akan menggelar pertemuan lain yang khusus untuk mendengarkan masukan dan pendapat mereka. “Prabowo bilang akan ada pertemuan berikutnya yang bisa ada dialog,” ujar dia

Bagi Cecep, situasi dalam pertemuan siang itu juga tidak memungkinkan untuk peserta forum memberikan masukan. Alasannya, peserta yang hadir terlalu banyak sehingga tidak akan efektif untuk menyampaikan pendapat. “Jadi ke depan kalau bisa saya sarankan pertemuannya jadi pertemuan berkala, lebih banyak diskusinya,dan pesertanya juga dibagi-bagi, enggak usah terlalu banyak.”

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para guru besar, rektor, hingga dekan dari berbagai perguruan tinggi. Pertemuan berlangsung secara tertutup. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan acara ini memang tidak terbuka untuk umum. “Mohon maaf, kali ini agendanya memang tertutup karena banyak hal yang memang mau dibicarakan secara teknis oleh Bapak Presiden dengan para rektor dan guru besar,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan pada Kamis pagi ini.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
  • Related Posts

    100 hari setelah perang melawan Iran, Trump gagal menggalang dukungan AS

    Hari Minggu menandai 100 hari perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Namun seiring dengan berlanjutnya perundingan pertempuran dan gencatan senjata, konflik tersebut tetap tidak populer di kalangan…

    Bisakah Afrika Sub-Sahara mengalahkan tetangganya yang berisik dari utara di Piala Dunia?

    Penampilan Afrika di Piala Dunia mencapai puncaknya di Qatar 2022 ketika Maroko menjadi tim pertama dari benua itu yang mencapai babak semifinal. Bahkan penampilan perempat final mereka patut dicatat –…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *