Prabowo Minta Maaf Belum Bisa Kunjungi Semua Titik Bencana

PRESIDEN Prabowo Subianto meminta maaf kepada warga terdampak bencana Sumatera. Prabowo menyampaikan permohonan maaf itu karena belum bisa mengunjungi semua titik yang terdampak bencana sejak November 2025 itu.

Menurut Prabowo, dirinya mendapat laporan dari para pejabat bahwa warga di beberapa wilayah mempertanyakan kehadiran presiden. “Saya mendapat laporan dari menteri dalam negeri, gubernur, bahwa banyak kabupaten lain bertanya, ‘kok presiden belum sampai?'” kata Prabowo dalam rapat penanganan bencana di Aceh Tamiang, Aceh pada Kamis, 1 Januari 2025 seperti disiarkan Sekretariat Kepresidenan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Prabowo menyebut telah mengunjungi beberapa titik terdampak bencana. Di antaranya Tapanuli Selatan di Sumatera Utara hingga Aceh Tamiang yang merupakan salah satu daerah paling parah terdampak bencana.

Namun, kata Prabowo, dia belum bisa hadir ke semua tempat. “Saya minta maaf saya belum bisa ke semua titik,” tuturnya.

Prabowo menyebut dirinya disarankan untuk datang lebih dulu ke daerah-daerah yang terdapat kegiatan penting. Meski begitu, dia menyadari semua daerah mengalami kesulitan yang sama besar.

Prabowo menyebut akan mendatangi daerah-daerah yang terdampak besar bencana. Insyaallah saya coba, tetap daerah-daerah yang dampaknya besar akan saya datangi,” kata dia.

BNPB sebelumnya melaporkan total korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera menjadi 1.154 orang hingga Rabu sore, 31 Desember 2025.

Paling banyak korban meninggal berada di Aceh, yaitu sebanyak 527 orang. Sementara korban meninggal di Sumatera Utara sebanyak 365 orang dan di Sumatera Barat 262 orang.

BNPB juga melaporkan korban hilang bertambah 2 orang di Sumatera Barat. Dengan begitu, total warga yang dinyatakan hilang hingga saat ini menjadi 165 orang. “Korban hilang ada 31 orang di Aceh, 60 di Sumatera Utara, dan 74 di Sumatera Barat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers penanganan bencana Sumatera, Rabu, 31 Desember 2025.

Pilihan Editor: Mengapa Pemerintah Ogah Memotong Anggaran MBG untuk Sumatera

Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    Foto: Pemotongan bantuan, kekeringan dan konflik membuat warga Somalia putus asa

    Maryam menyaksikan kambingnya kelaparan dan panennya gagal. Dia menguburkan dua anaknya sebelum akhirnya putus asa dan mencari bantuan dari lembaga bantuan internasional di Somalia selatan. Dia meninggalkan desanya bersama enam…

    WN China Penyekap ABG Bikin Narkoba di Apartemen, Omzet Puluhan Juta

    Jakarta – Polisi mengungkap fakta baru terkait WN China inisial CH (50) yang menyekap remaja AAW (17) di sebuah apartemen di Jakarta Utara. CH ternyata memproduksi vape berisi narkoba jenis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *