PRESIDEN Prabowo melantik Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pelantikannya berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Senin, 10 November 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Arif ditetapkan sebagai Kepala BRIN melalui Keputusan Presiden RI Nomor 123/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional. Arif juga mengikuti sumpah jabatan. Arif akan menggantikan kepala BRIN sebelumnya, Laksana Tri Handoko.
Isu Arif Satria menjadi Kepala BRIN sudah lama berembus. Prabowo Subianto sempat dikabarkan akan melantik Arif Satria sebagai Kepala BRIN pada September lalu.
Berikut fakta-fakta pelantikan Arif Satria menjadi Kepala BRIN:
Kawal Tiga Program Prioritas Prabowo
Arif mengatakan BRIN akan mengawal program prioritas Presiden Prabowo di bidang pangan, energi, dan air. Tiga bidang itu, kata dia, akan didukung dengan riset dan inovasi.
“BRIN akan mengawal program-program prioritas dari Presiden terkait dengan soal pangan, energi, dan air. Tiga bidang itu perlu didukung oleh riset dan inovasi yang baik,” kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 10 November 2025.
Rektor IPB ini mengatakan riset dan inovasi menjadi tumpuan ekonomi. Negara yang memiliki kekuatan riset dan inovasi yang tinggi berkorelasi positif dengan kemajuan ekonomi. Analisa itu diklaim sudah berdasarkan uji korelasi.
“Semakin tinggi Global Innovation Index hampir pasti GDP per kapita juga akan tinggi. Sehingga BRIN mau tidak mau harus menggenjot bidang penelitian dan pengembangan ini,” ujar Arif.
Akan Mundur dari Jabatan Rektor
Arif menyatakan akan mundur dari jabatannya setelah dilantik sebagai Kepala BRIN. Arif menjelaskan, IPB memiliki regulasi, yakni tidak boleh ada rangkap jabatan.
“Salah satu aturan yang ada di IPB, saya harus melepas jabatan rektor karena bertugas di sini,” kata Arif setelah Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala BRIN di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 10 November 2025. Maka dari itu, Arif menyebut akan ada rektor baru yang menggantikannya di IPB.
Ingin BRIN Berperan sebagai Think Tank Pemerintah
Menurut Arif, BRIN harus menjadi menjadi lembaga think tank atau lembaga riset kebijakan milik pemerintah. Setiap kebijakan dari pemerintah harus didasarkan riset yang kuat.
“Sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil berbasis pada sains dan hasil riset yang kuat. Itu salah satu bentuk akuntabilitas dari kebijakan publik yang akan dilakukan oleh pemerintah,” ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 10 November 2025.
Bagi dia, riset dan inovasi menjadi tumpuan ekonomi. Negara yang memiliki kekuatan riset dan inovasi yang tinggi berkorelasi positif dengan kemajuan ekonomi. Analisa itu diklaim sudah berdasarkan uji korelasi.
Selain itu, BRIN akan melakukan konsolidasi nasional dengan tujuan memperkuat ekosistem riset dan inovasi. BRIN akan melakukan konsolidasi secara horisontal dan vertikal.
Respons IPB
Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada salah seorang guru besar sekaligus rektor IPB, Arif Satria, yang ditunjuk sebagai Kepala BRIN oleh Presiden Prabowo Subianto. Setelah dilantik, Arif menyebut dirinya akan mundur dari jabatannya sebagai rektor IPB.
Ketua Majelis Wali Amanat IPB University, Hardinsyah, menyatakan penunjukan Arif Satria merupakan bentuk penghargaan terhadap kapasitas akademik, kepemimpinan dan kerjasama yang dimiliki oleh IPB University, khususnya Arif Satria. “Ini merupakan kebanggaan sekaligus amanah besar bagi IPB University,” ucapnya dalam keterangannya, Senin, 10 November 2025.
Hardinsyah menyampaikan keluarga besar IPB University mendukung pengabdian Arif Satria dalam jabatan barunya. Ia pun memohon doa serta dukungan baik pemerintah atau swasta serta seluruh stakeholders BRIN agar Arif Satria dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya.





