Tenaga kerja AS akan turun 15,7 juta pada 2035 akibat aturan imigrasi

Tenaga kerja AS akan turun 15,7 juta pada 2035 akibat aturan imigrasi

  • Sabtu, 18 Oktober 2025 01:23 WIB
  • waktu baca 2 menit
Tenaga kerja AS akan turun 15,7  juta pada 2035 akibat aturan imigrasi
Ilustrasi: Anggota Serikat Pekerja Tambang Amerika (UMWA) dan pemimpin tenaga kerja lainnya menundukkan kepala untuk berdoa saat berjaga dalam mogoknya serikat kerja di Warrior Met Coal Mine, di luar BlackRock’s Headquarters di New York City, Amerika Serikat, Rabu (28/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid/hp/cfo

Moskow (ANTARA) – Kebijakan imigrasi ketat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat mengurangi tenaga kerja AS hingga 15,7 juta orang pada 2035, menurut laporan portal Axios pada Jumat, mengutip studi National Foundation for American Policy di Washington, DC.

Menurut laporan tersebut, penurunan sebesar 6,8 juta orang diperkirakan terjadi pada 2028.

Tindakan agresif Trump terhadap imigrasi akan memangkas pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan rata-rata sekitar setengah persen dari tahun fiskal 2025 hingga 2035, menurut laporan Axios tersebut.

Juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson mengatakan kepada Axios bahwa agenda penciptaan lapangan kerja Trump berfokus pada pemanfaatan “potensi yang belum dimanfaatkan” pada angkatan kerja domestik.

Baca juga: Banyak anak migran di Amerika Serikat jadi tenaga kerja kasar

Dia mencatat lebih dari 10 persen anak muda Amerika tidak memiliki pekerjaan, tidak mengenyam pendidikan tinggi, maupun tidak menerima pelatihan kejuruan.

Pemerintahan Trump berencana memprioritaskan kelompok tersebut untuk menambal kekurangan tenaga kerja.

Pada hari pelantikannya sebagai presiden AS ke-47, Trump berjanji untuk segera menghentikan imigrasi ilegal dan memulai deportasi massal.

Dia juga mengumumkan keadaan darurat nasional untuk mengatasi krisis di perbatasan selatannya yang berbatasan dengan Meksiko.

Baca juga: Fed: Pasar tenaga kerja ketat, prospek ekonomi AS masih positif

Baca juga: Google hingga Microsoft ingatkan karyawan untuk segera kembali ke AS

Sumber: Sputnik-OANA

Penerjemah: Katriana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Belanda vs Jepang langsung: Piala Dunia 2026

    Lewati tautanLewati ke Konten Hidup Menu navigasi berita Afrika Asia AS & Kanada Amerika Latin Eropa Asia Pasifik Timur Tengah Dijelaskan Pendapat Piala Dunia Video Fitur Ekonomi Olahraga Hak Asasi…

    'Tidak Dapat Diterima': Pengunjuk rasa di London mengecam penjualan tanah pemukiman ilegal Israel

    Para pengunjuk rasa mengecam acara yang mempromosikan tanah pemukiman Israel dan penjualan properti sebagai pelanggaran hukum internasional. Ratusan demonstran pro-Palestina berkumpul di ibu kota Inggris untuk mengecam tindakan tersebut sebuah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *