Israel hentikan operasi di Gaza, Hamas siap serahkan kendali

Israel hentikan operasi di Gaza, Hamas siap serahkan kendali

  • Sabtu, 4 Oktober 2025 10:10 WIB
  • waktu baca 1 menit
Israel hentikan operasi di Gaza, Hamas siap serahkan kendali
Peserta Global Peace Convoy. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.

Tel Aviv (ANTARA) – Israel menghentikan operasi militer untuk merebut Kota Gaza dan meminimalkan aktivitas di wilayah kantong Palestina itu setelah pihak-pihak yang bertikai sepakat menjalankan rencana perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump, lapor Radio Tentara Israel (Galei Tzahal).

Gerakan Hamas, Jumat, menyatakan setuju menyerahkan pemerintahan di Jalur Gaza kepada komite Palestina berbasis konsensus nasional.

Hamas juga menyatakan kesiapannya membebaskan seluruh sandera Israel yang masih hidup maupun yang telah meninggal sesuai rencana Trump.

Baca juga: Hamas pelajari usulan AS soal perdamaian, warga Gaza skeptis

Hamas akan mengikuti pembahasan tentang masa depan Gaza dalam kerangka kepemimpinan bersama seluruh rakyat Palestina.

Menanggapi pernyataan Hamas itu, Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya segera memulai tahap pertama rencana Trump untuk membebaskan semua sandera.

Setelah penilaian situasi dan negosiasi dengan perwakilan AS, pimpinan politik Israel menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengurangi operasi di Gaza seminimal mungkin dan hanya melakukan tindakan defensif, sebut laporan Galei Tzahal pada Sabtu dini hari.

Radio militer Israel itu menegaskan, keputusan ini secara efektif berarti penghentian operasi militer untuk merebut Gaza.

RIA Novosti

Baca juga: Trump tunggu tanggapan Hamas terkait 20 poin usulan perdamaian di Gaza

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pemerintah militer Myanmar menolak perundingan damai

    Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing dipilih oleh parlemen sebagai presiden awal bulan ini setelah pemilu dicemooh sebagai pemilu palsu. Pemerintah Myanmar yang didukung militer telah mengundang kelompok-kelompok yang berseberangan untuk…

    permohonan bantuan hukum pro-Palestina tetap tinggi pada tahun 2025 di tengah tekanan kampus AS

    Washington, DC – tuntutan dukungan hukum terkait advokasi pro-Palestina tetap tinggi di Amerika Serikat pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump mengancam aktivisme dan universitas dengan hukuman. Dalam laporan tahunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *